宇宙海賊の日記

April 23, 2011

真夜中の雨 -a review-

Filed under: tv series — Tags: , , — uchuukaizoku @ 23:02

真夜中の雨真夜中の雨 (Mayonaka no Ame / Midnight Rain)
Format: renzoku
Genre: misteri + drama + (sedikit) medis
Episode: 11
Ditayangkan oleh: TBS
Periode penayangan: 10 Oktober 2002 s/d 19 Desember 2002
Jam tayang: hari Kamis pukul 22:00
Theme song: “Sonnamondarou” oleh Oda Yuji

“Mayonaka no Ame” adalah satu dari beberapa drama yang secara tidak sengaja saya temukan ketika sedang berputar-putar di salah satu community di Livejournal. Pada awalnya, salah satu alasan kenapa saya memutuskan untuk mengunduh drama ini ‘hanyalah’ Oda Yuji dan Matsuyuki Yasuko. Biasanya, sebisa mungkin, saya mencoba menghindari drama-drama yang tidak saya ketahui ceritanya seperti apa. Akan tetapi, faktor Oda Yuji dan Matsuyuki Yasuko serta unsur medis yang turut menjadi latar belakang cerita drama ini membuat saya tertarik untuk mengunduhnya. Apalagi karena drama ini sudah dibuatkan softsub-nya.

Tokura Takashi (Oda Yuji) adalah seorang dokter bedah brilian yang bekerja di sebuah rumah sakit universitas di kota kecil. Ia merasa tidak puas dengan pekerjaannya karena ia harus selalu membuat laporan operasi palsu yang menyatakan kalau orang yang berjasa dalam setiap operasi yang dilakukannya adalah profesor di universitas tersebut. Padahal, pada kenyataannya, ia yang menangani operasi-operasi yang sukses tersebut. Pada suatu hari, ia dihubungi oleh Andou Hiroshi (diperankan oleh Ishiguro Ken), seorang General Manager dari Rumah Sakit Izumida – sebuah rumah sakit swasta yang elit di Tokyo, yang memintanya untuk bergabung dengan rumah sakit tersebut. Takashi menerima tawaran tersebut dan bergabung di rumah sakit yang dimiliki oleh Izumida Keichirou (diperankan oleh Nagatsuka Kyouzou). Tepat di hari ketika ia mulai bekerja di sana, ia diminta untuk menghadiri pesta ulang tahun rumah sakit yang ke-25. Anak laki-laki tertua Keichirou, Izumida Shunsuke (diperankan oleh Abe Hiroshi), yang baru pulang dari New York juga turut hadir di pesta tersebut.

Pada hari yang sama, seorang detektif wanita bernama Mizusawa Yukiko (Matsuyuki Yasuko) sedang melakukan pengejaran terhadap seorang buronan bernama Oikawa. Yukiko berhasil membuat Oikawa terpojok di atap sebuah gedung. Akan tetapi, ketika ia melihat air di kolam renang yang ada di sana, kepanikan segera melandanya. Pada saat itulah, dari jarak 5 meter, ia menembak Oikawa – yang mencoba untuk kabur – tepat di dadanya. Oikawa dilarikan ke RS Izumida dan mendapat perawatan dari Takashi. Meski sudah dipesan agar datang ke pesta ulang tahun RS Izumida, Takashi lebih memprioritaskan nyawa Oikawa yang berada di ujung tanduk setelah terkena tembakan dari Yukiko. Takashi memperoleh ‘pengampunan’ dari RS Izumida karena operasi yang dilakukannya sukses. RS Izumida pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggapai popularitas setinggi-tingginya dengan menggunakan nama Takashi sebagai ahli bedah berbakat.

Trauma di masa kecil Yukiko membuatnya memiliki trauma terhadap air yang mengalir. Dalam keadaan panik, ia bisa menjadi kalap dan melakukan hal-hal di luar perkiraan. Setelah dikonfrontasi oleh Takashi, Yukiko pun berkata kalau ia tidak sekedar tenggelam di masa kecilnya. Ia tenggelam bersama ayah dan ibunya dalam sebuah kecelakaan. Hanya ia yang selamat dalam tragedi tersebut. Pada saat yang bersamaan, Takashi memberitahu Yukiko kalau ibunya tewas terbunuh di depan matanya sendiri ketika ia masih kecil!

Di RS Izumida, seorang pasien bernama Tanaka Shigeru telah terbaring dalam keadaan koma selama 21 tahun. Takashi berusaha untuk membuat pria tua tersebut bangun dari tidur panjangnya meski Shunsuke dan adiknya, Izumida Nobuya (diperankan oleh Matsuoka Shunsuke), merasa kalau hal tersebut sulit diwujudkan. Akan tetapi, keajaiban kecil terjadi. Tanaka Shigeru menggerakkan salah satu anggota tubuhnya!

Takashi mencoba untuk mencari tahu penyebab kenapa Tanaka Shigeru koma selama 21 tahun. Akhirnya ia tahu kalau Tanaka Shigeru koma setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di prefektur Yamanashi. Ia lalu meminta bantuan Yukiko untuk mencari informasi tentang kecelakaan lalu lintas yang terjadi di prefektur Yamanashi pada tahun 1981. Dengan menggunakan koneksi dari mantan pacarnya, Yukiko berhasil memperoleh daftar kecelakaan lalu lintas yang terjadi di prefektur Yamanashi pada tahun 1981. Yukiko terhenyak ketika ia memeriksa daftar tersebut. Ia menjadi semakin terkejut ketika Takashi meneleponnya dan berkata kalau Tanaka Shigeru mungkin hanya nama palsu. Ia ingin agar Yukiko mencari kecelakaan yang berhubungan dengan nama… Miwa Tadashi. Takashi memperoleh nama tersebut setelah ia melihat selembar kertas yang bertuliskan nama “Miwa Tadashi” plus tanggal 23 November 1981 di dalam amplop yang berisi hasil X-Ray atas nama Tanaka Shigeru.

Yukiko terkejut ketika ia berlari masuk ke dalam kamar tempat Tanaka Shigeru dirawat. Nama asli Tanaka Shigeru memang Miwa Tadashi… dan Miwa Tadashi adalah ayah dari Miwa Yukiko. Miwa Yukiko adalah nama yang disandang oleh Mizusawa Yukiko ketika kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan ibunya terjadi 21 tahun silam. Miwa Tadashi adalah ayah Mizusawa Yukiko!

Takashi dan Yukiko berusaha untuk mengumpulkan informasi lebih banyak lagi soal Miwa Tadashi. Izumida Keichirou memberitahukan keduanya kalau Miwa Tadashi masuk ke sana 21 tahun yang lalu setelah seorang dokter kenalannya di prefektur Yamanashi memberikan rekomendasi agar Miwa Tadashi dirawat di RS Izumida.

Yukiko memutuskan untuk mengunjungi Danau Fujimi, tempat terjadinya kecelakaan maut tersebut. Di sana, ia kembali bertemu Takashi yang juga memutuskan pergi ke prefektur Yamanashi. Rupanya, Takashi juga kehilangan ibunya, Kayama Akie, dalam kecelakaan yang sama yang terjadi pada tanggal 23 November 1981 di tengah hujan badai yang dahsyat di prefektur Yamanashi. Dua orang yang kehilangan keluarganya dalam kecelakaan lalu lintas yang sama dipertemukan oleh takdir di Tokyo.

Takashi mulai merencanakan balas dendam. Fakta-fakta mengejutkan mulai bermunculan setelah mereka memperoleh foto-foto dari masa lalu. Ketika Kayama Akie masih tinggal di prefektur Yamanashi, ada seorang pria yang rajin mengunjungi Akie yang bekerja di sebuah tempat rehabilitasi. Setelah bertemu dengan wanita bernama Tachibana Mariko dan bertanya soal sosok pria yang tampak di salah satu foto tua, akhirnya Takashi tahu kalau ia adalah anak dari hubungan gelap Izumida Keichirou dan Kayama Akie. Takashi lalu melakukan tes DNA dan memperoleh hasil yang menyatakan kalau 99.99% ia adalah anak dari pemilik rumah sakit itu. Akan tetapi, apakah benar kalau Izumida Keichirou yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut yang menewaskan dua orang wanita itu? Situasi menjadi bertambah rumit ketika Takashi mendapati fakta kalau Izumida Kaori, anak bungsu Keichirou, lahir pada malam tanggal 23 November 1981 dan sang ayah berada di rumah sakit ketika ia lahir. Lalu, fakta-fakta baru mulai bermunculan…

Apakah Takashi akan tetap melakukan aksi balas dendamnya setelah tahu Keichirou adalah ayahnya? Selain harus berhadapan dengan skandal tersebut, rumah sakit Izumida juga harus berhadapan dengan Andou Hiroshi yang bermaksud merebut rumah sakit ketika keluarga Izumida sedang dilanda masalah bertubi-tubi.

Secara pribadi, skor maksimal yang bisa saya berikan untuk drama ini ‘hanya’ B+. Secara keseluruhan, cerita sudah terbangun secara intens dan rapi, meski di beberapa bagian minor terasa ada hal-hal yang sedikit dipaksakan. Alih-alih bermain di bidang medis, “Mayonaka no Ame” malah lebih banyak berfokus pada apa yang terjadi 21 tahun yang lalu serta berbagai macam intrik yang menyelubungi sebuah rumah sakit swasta di Jepang. Lewat drama ini, saya jadi sedikit tahu tentang bisnis rumah sakit swasta di Jepang. Rumah-rumah sakit swasta di Jepang cenderung memilih untuk berafiliasi dengan rumah-rumah sakit universitas yang ada di sana. Dalam beberapa kasus (atau malah sebagian besar kasus?), mereka mendapat ‘kiriman’ pasien dari rumah sakit universitas. Semakin elit universitas yang mereka jadikan afiliasi, semakin elit pula posisi rumah sakit swasta tersebut. Dan sogok-menyogok antara pihak manajemen rumah sakit dengan profesor kepala fakultas kedokteran pun menjadi hal yang lazim demi membangun image yang bagus dari sebuah rumah sakit.

Bagi saya, bagian terbaik dari “Mayonaka no Ame” ada di bagian awal cerita ketika semua misteri masih tertutup di balik tirai gelap. Setelah berbagai rahasia tersibak, “Mayonaka no Ame” malah seperti ‘terjebak’ dalam konflik kepentingan antar petinggi rumah sakit. Mungkin akan lebih mengasyikkan seandainya “Mayonaka no Ame” lebih berfokus pada apa yang terjadi 21 tahun silam daripada ‘merambah’ ke berbagai hal lain. Untungnya, penulis skenario Fukuda Yasushi dengan sengaja menyimpan fakta terakhir (yang sayangnya, rada gampang ditebak) yang baru dibeberkan menjelang berakhirnya cerita.

Penutup yang diberikan oleh Fukuda Yasushi untuk “Mayonaka no Ame” bisa dibilang memuaskan dan tidak menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung yang terkadang muncul dan berbagai drama dengan cerita yang cukup berat. Dan terlepas dari rating rata-rata yang ‘hanya’ mencapai angka moderat 13.7%, “Mayonaka no Ame” berhasil mencatat beberapa prestasi yang cukup membanggakan, di antaranya terpilih sebagai drama terbaik dalam ajang “35th Television Drama Academy Awards” pada tahun 2003.

Secara kualitas akting… hmmm, saya mencoba bersikap objektif di sini. Bagi saya, akting Oda Yuji di “Mayonaka no Ame” masih kalah dengan akting yang ditampilkannya di “Odoru Daisousasen“. Malah bisa dibilang kalau di “Odoru Daisousasen” itulah Oda Yuji mencapai puncak aktingnya. Akting Matsuyuki Yasuko sebagai Yukiko, bagi saya pribadi, malah terasa ‘lebih menggigit’. Tapiiiiiii… faktor utama yang membuat saya tahan menyaksikan drama ini secara maraton dalam beberapa malam masih tetap ada pada bagian ceritanya.

Sedikit tambahan, saya sama sekali menduga kalau faktor romance nyaris tidak eksis dalam drama ini. Yah, sedikit mengejutkan saja. Tapi ceritanya memang sudah terbangun rapi tanpa perlu memasukkan unsur cinta-cintaan segala kok.🙂

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: