宇宙海賊の日記

May 11, 2011

海賊戦隊ゴーカイジャー 第12話 極付派手侍 – review –

Episode 12 “Kiwametsuki Hade Samurai” (極付派手侍)
Skenario: Arakawa Naruhisa
Sutradara: Sakamoto Kouichi

Episode 12 ini adalah sekuel langsung dari episode 11. Di akhir episode 11, Joe memutuskan untuk meninggalkan Gokai Galleon untuk sementara waktu. Di lain pihak, serangan Barizorg menyebabkan Captain Marvelous terluka parah. Setelah Waruzu Giru juga terluka akibat tembakan dari Marvelous, kedua pihak terpaksa mundur untuk sementara waktu.

Luka, Don, dan Ahim mencemaskan Joe, namun Marvelous yakin kalau Joe akan kembali. Alih-alih memikirkan nasib kru sekaligus sahabatnya, Marvelous malah lebih memikirkan… makanan. Somehow this reminds me of Luffy, really. Nafsu makan dan cara makannya Marvelous sungguh… eh, barbar. (Somehow ini jadi memaksa saya untuk membayangkan kalau karakter Luffy dari “One Piece” dijiplak habis sama divisi tokusatsu-nya TOEI untuk seri ini – mentang-mentang versi anime “One Piece” juga diproduksi oleh TOEI.)

Joe, yang kembali bertemu dengan Barizorg, berusaha untuk mengembalikan ingatan Barizorg sebagai Sid, seniornya. Sedikit demi sedikit, masa lalu Joe sebagai eks-pasukan Zangyack mulai terkuak. Sayang, ingatan Sid sudah terhapus sepenuhnya dari dalam diri Barizorg.

Episode 12 juga memberikan gambaran tentang pertemuan pertama Marvelous dengan Joe di sebuah planet yang dikuasai Zangyack. Untuk ‘menciptakan’ kesan yang lebih mendalam, adegan pertemuan keduanya dibuat dalam bentuk adegan hitam putih. Pada saat itu, Marvelous – yang ditemani oleh Navi – melihat Joe sedang dikejar-kejar pasukan Zangyack. Karena Zangyack adalah musuh yang juga harus dihadapi oleh Marvelous, sang kapten muda sembrono ini memutuskan untuk menolong Joe. Keduanya berhasil mengalahkan pasukan Zangyack. Sifat sembrono Marvelous digambarkan jelas ketika ia mencoba mencabut alat transmisi yang terpasang di leher Joe. Setelah itu, ia memberikan Mobirates dan Ranger Key kepada Joe. Keduanya, menurut Marvelous, adalah alat untuk mewujudkan mimpi untuk memperoleh harta karun terbesar di seluruh antariksa.
Adegan kilas balik pertemuan pertama ini ditampilkan dari dua sisi: ingatan Joe dan cerita Marvelous kepada Luka, Don, Ahim, serta Shiba Kaoru.

Untuk adegan pertempuran dengan Zangyack, porsinya sedikit lebih banyak dibandingkan episode 11 (yang menurut saya sudah cukup banyak). Tanpa Joe; Marvelous, Don, Luka, dan Ahim harus bertarung habis-habisan dengan pasukan Zangyack yang dipimpin Delzeiger. Selain melakukan perubahan wujud masing-masing 4 kali (ini jelas bagian dari fan-service besar-besaran), keempatnya juga harus bertempur dalam wujud manusia setelah mereka semua dipaksa berubah kembali karena serangan Delzeiger. Bagian ini adalah bagian yang sempat hilang selama bertahun-tahun dari seri Super Sentai. Beberapa seri terakhir cenderung tidak menampilkan pertarungan dengan tangan kosong ataupun dalam wujud manusia. Karena itulah, episode 11 dan 12 seakan ‘melemparkan’ penonton kembali ke masa lalu. Adegan-adegan pertempuran dalam episode 12 pun dibuat lebih manusiawi. Kalau dulu adegan-adegan pertarungan tangan kosong cenderung menampilkan betapa hebatnya para heroes dan heroines bertarung dalam wujud manusia, dalam seri ini mereka terdesak menghadapi kepungan musuh. Dan meski sudah terkapar, tetap saja mereka bangkit kembali. For my own reason, I love this scene so much.🙂

Adegan ketika Joe muncul dan bergabung kembali dengan rekan-rekannya: EPIC! Apalagi ketika versi instrumental dari theme song-nya diputar pada saat kelimanya membalikkan badan ke arah Delzeiger dan pasukannya. Mana gerakannya sengaja dibuat lambat pula.

Singkat cerita, karena episode 11 dan 12 adalah tribute episode untuk Samurai Sentai Shinkenger, tentunya kelima orang bajak laut harus berubah wujud menjadi Shinkenger. Sebagai bonus, Gokai Red bertarung dengan menggunakan Rekka Daizantou dan Gokai Blue bertarung menggunakan dua bilah pedang yang ‘diakses’ dengan menggunakan disc dari Kaoru. Dalam adegan-adegan ini, really, Sakamoto Kouichi lagi-lagi menampilkan adegan pertarungan yang kesannya lebih bombastis dibandingkan seri pendahulunya. Yah, karena beliau adalah eks-produser dan eks-sutradara seri Power Rangers selama bertahun-tahun, aroma Amerika dari adegan pertempurannya terasa sangat kental. Jadi, ada banyak adegan yang menggunakan kabel atau apalah gitu… quite enjoyable, asal jangan berlebihan saja. Karena adegan battle ala Power Rangers itu – IMO – sering merusak logika. Apa-apaan adegan lompat sana-sini dan salto di udara yang nggak masuk akal itu.

Bonus kedua: Shinken Gokai-Ou. Formasi baru ini diperoleh dengan menggabungkan (lagi) Gokai-Ou dengan Gao Lion. Entah karena malas menggunakan bentuk singa dari Shishi Origami yang notabene beda dari Gao Lion atau untuk penghematan budget atau karena alasan lain, formasi Gao Gokai-Ou cukup dimodifikasi untuk memunculkan Shinken Gokai-Ou. Bentuknya… yah, bagian kaki kurang proporsional, IMO. Sedikit kegedean. (Dan ada yang bisa kasih tahu, itu topinya Shinken Gokai-Ou muncul dari mana?) Kalau untuk hissatsu-waza… whoa, sadis! Shinken Gokai-Ou juga punya senjata pedang super besar seperti Rekka Daizantou.

Adegan penutup untuk episode 12 juga dibuat cukup menyentuh. Don berkata kalau rasanya jauh lebih menyenangkan ketika mereka berkumpul bersama-sama. Dan adegan ketika Joe mengucapkan, “Tadaima…”, ketika ia berdiri jauh di belakang teman-temannya yang sudah berjalan beberapa langkah ke depan (bahasanya nggak membingungkan kan?) itu bikin terharu. Di sini, Joe yang selama ini digambarkan rada dingin akhirnya bisa tampil lebih hangat dan terbuka kepada teman-temannya. Seperti yang sudah dikatakan oleh Marvelous kepada Kaoru tentang kizuna atau pertalian atau di antara mereka berlima, itulah pertalian kuat yang menghubungkan lima orang yang bertemu dalam sebuah perjalanan panjang mengarungi antariksa. Bagi Joe, Gokai Galleon, Marvelous, Don, Luka, Ahim, dan Navi adalah tempatnya untuk kembali. Dan mungkin karena kizuna inilah makanya episode 11 dan 12 adalah episode yang didedikasikan untuk Shinkenger.

IMO, ini salah satu episode terbaik dalam seri ini. Karena ceritanya dibuat 2 episode, kesannya jadi nggak terburu-buru. Adegan-adegan juga diambil secara apik jadi bisa dikatakan saya nggak punya komplain untuk episode 12 ini. Skor A rasanya pantas untuk episode 12.

Oh, ada yang lupa. This part is actually so unimportant. Episode 12 ini, IM(H)O, sungguh penuh dengan hint *batuk-batuk geje* antara Marvelous dan Don. Setelah kemarin sempat baca komentar soal Don yang dicurigai gay – tenang saja, saya sudah mengantisipasi kemungkinan ini sejak jauh-jauh hari – lantaran ada yang post fotonya Shimizu Kazuki pangku-pangkuan sama Ozawa Ryota (itu mah foto dari zaman baheula, sudah lama banget), saya jadi cengegesan sendiri waktu nonton episode 12 ini. Nggak tahu apa yang terlintas dalam benak penulis skenario dan sutradara, jadi ada satu adegan sebelum Marvelous, Don, Luka, dan Ahim turun ke darat untuk bertarung dengan Zangyack. Waktu itu, dada Marvelous masih dibalut perban setelah dilukai Barizorg. Bukannya nyuruh Luka atau Ahim yang megangin jubah merah Marvelous… malah si Don yang nenteng-nenteng itu jubah. Ealah, otak ini langsung korsleting parah habis ngelihat adegan itu. You had two female casts on the spot, right? Why didn’t you ask them to carry that red robe (or long jacket?)? Kedua, adegan waktu Marvelous jatuh kelaparan di akhir cerita. Don dan Luka langsung memapah Marvelous… and guess what, si Don senyumnya cerah ceria banget! Omaigat, saya langsung mau ngakak-ngakak nontonnya. Penulis skenario, kalau mau dijodohkan ya dijodohkan saja. Saya merestui kok – since Don is so uke and Marvelous is so seme. *batuk-batuk lagi* Gila ya, baru sekali ini saya ketemu seri yang sampai sebegitunya.

Guest: Natsui Runa sebagai Shiba Kaoru, Matsuzawa Kazuyuki sebagai Tanba Toshizou, dan seiyuu Nakamura Yuichi sebagai pengisi suara Delzeiger

Perubahan wujud:
Captain Marvelous: Gokai Red, Ryuu Ranger, Bouken Red, Hurricane Red, dan Shinken Red
Joe Gibken: Gokai Blue dan Shinken Blue
Luka Millfy: Gokai Yellow, Yellow Mask, Mega Yellow, Abare Yellow, dan Shinken Yellow
Don Dogoier: Gokai Green, Midoranger, Oh Green, Green Sai, dan Shinken Green
Ahim de Famille: Gokai Pink, Denzi Pink, Pink Flash, Time Pink, dan Shinken Pink

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: