宇宙海賊の日記

May 13, 2011

海賊戦隊ゴーカイジャー 第11話 真剣大騒動 – review –

Episode 11 “Shinken Daisoudou” (真剣大騒動)
Skenario: Arakawa Naruhisa
Sutradara: Sakamoto Kouichi

Let’s find another Grand Power from the previous Super Sentai teams!

Setelah fans memperoleh episode ‘hiburan’ di episode 10, kali ini giliran episode krusial lagi yang muncul. Tidak tanggung-tanggung, dua episode dialokasikan langsung untuk Samurai Sentai Shinkenger. Mungkin ini adalah cara TOEI ‘memberikan penghormatan’ kepada Shinkenger sebagai salah satu seri yang dianggap sukses.

Seperti yang sudah-sudah, Navi memberikan petunjuk kepada kelima orang bajak laut melalui ‘acara’ otakara navigate – yang, entah kenapa, lebih mirip sesi penyiksaan diri karena Navi harus terus membenturkan kepala sebelum memperoleh hasil ramalannya. Kali ini, petunjuk yang diberitahukan Navi berhubungan dengan saMUrai. Kelima orang bajak laut (bodoh – hey, I have my own reason to call them stupid) pun pergi keluar untuk mencari samurai. Ketika melihat orang-orang yang sedang berlatih kendo, mereka mengira kalau orang-orang itu adalah samurai. Joe pun teringat pada masa lalunya ketika menyaksikan latihan tersebut. Pada saat itulah, Shiba Kaoru muncul. Rupanya, ialah samurai yang dicari oleh Gokaiger.

Tanpa banyak basa-basi, Kaoru meminta Gokaiger untuk menyerahkan Ranger Key Shinkenger. Tentu saja, permintaan tersebut langsung ditolak dengan senang hati oleh Captain Marvelous. Pertempuran pun tak terelakkan. Karena dirinya adalah seorang bajak laut, Marvelous menghalalkan segala cara untuk menang. Untuk menghadapi Kaoru yang menggunakan pedang, ia memilih untuk menggunakan pistol. Joe berkata kepada Marvelous kalau ia yang akan menghadapi Kaoru.

Pada saat bersamaan, Delzeiger (atau Deratsuegaa, tergantung interpretasi masing-masing pihak), yang merupakan kepala pengawal penguasa Zangyack, datang ke Gigant Horse. Ia diperintahkan oleh sang penguasa untuk membantu puteranya yang kesulitan untuk menguasai bumi. Zangyack pun memutuskan untuk melakukan penyerbuan ke bumi. Dalam penyerbuan kali ini, Waruzu Giru, Barizorg, dan Delzeiger turun ke bumi.

Pertarungan antara Joe dan Kaoru terpaksa dihentikan. Gokaiger maju untuk menghadapi pasukan Zangyack. Delzeiger terbukti merupakan lawan yang tangguh karena ia berhasil menahan berbagai serangan Gokaiger. Pada saat itulah, Joe punya gagasan bagus. Ia memutuskan untuk menyerang Waruzu Giru. Seandainya ia berhasil mengalahkannya, mental pasukan Zangyack akan runtuh. Sayang, ia tidak memperhitungkan faktor X yang tak terduga: Barizorg. Serangan yang digunakan oleh Barizorg mengingatkan Joe akan serangan yang pernah ditunjukkan oleh seniornya ketika ia masih tergabung dalam pasukan Zangyack: Sid Bamick. Fakta pun terkuak: Sid Bamick ditangkap oleh Zangyack dalam pelariannya dan ia kemudian dimodifikasi menjadi Barizorg dan ingatannya sebagai manusia dihapus. Joe terhenyak mendapati kenyataan ini. Tanpa ba-bi-bu lagi, Barizorg menyerang Joe. Tepat pada saat itu, Marvelous melindungi Joe dan terluka. Meski demikian, Marvelous berhasil melukai Waruzu Giru dengan tembakannya. Kedua belah pihak terpaksa mundur. Joe, yang sepertinya terpukul, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Gokai Galleon

Bagi saya, episode 11 merupakan pembuka yang sempurna untuk episode 12. Apa yang membuat episode 11 berbeda dengan episode lainnya ada pada pertempuran dalam wujud manusia yang dilakoni oleh para bajak laut. Sejak ditayangkan untuk pertama kalinya, seri ini memang sudah menunjukkan kecenderungan untuk memiliki adegan pertarungan lebih banyak dibandingkan beberapa seri pendahulunya. Adegan pertempuran dalam wujud asal di episode 11 terasa lebih istimewa karena pengambilan gambar yang relatif lebih terfokus pada masing-masing karakter yang dipadukan dengan battle song yang baru. Kali ini, kelima orang bajak laut seakan-akan diberikan kesempatan untuk bertarung dulu dengan pasukan musuh sebelum satu-persatu dari mereka berubah wujud. Lewat adegan-adegan ini, kita jadi bisa menilai siapa yang sebenarnya piawai bertarung dalam wujud manusia. Marvelous? Sudah pasti. Joe? Sama saja. Luka? She’s what you call a real heroine. Don? Nah, yang satu ini cara bertarungnya rada heboh dan lebih akrobatik. It’s quite amusing to see him fight the foot soldiers with his acrobatic moves. Ahim? Rada aneh melihat seorang heroine bersalto dan jungkir balik dengan mengenakan rok yang panjangnya selutut lebih. Tapi karena adegannya digarap dengan relatif bagus, saya jadi nggak bisa berkomentar jelek deh. (Lagipula, buat apa berkomentar jelek kalau hasilnya memang bagus?)

Episode ini juga sedikit berbeda karena baru kali inilah Gokaiger dibuat kewalahan oleh Kodou-taichou yang diutus oleh Zangyack. Terbukti, Delzeiger bukan Kodou-taichou ecek-ecek yang begitu gampang dikalahkan seperti beberapa Kodou-taichou sebelumnya. Mungkin Gokaiger bisa benar-benar dibuat tak berdaya kalau saja si pangeran cengeng Waruzu Giru nggak sibuk histeris sendiri setelah terkena tembakan dari Marvelous. Situasi bisa benar-benar berbeda seandainya Waruzu Giru nggak ikut turun ke bumi.

Hampir nggak ada yang mengganggu dalam episode ini, kecuali satu hal: Don, kenapa lagi dengan bibirmu? Jangan pasang bibir monyong itu terus! -.- Waktu dipajang untuk pertama kali di episode 10, it’s OK. Tapi lama-lama juga sebal ngelihatnya. You’re 100% sweet so that face doesn’t suit you for good.

Oh, dan saya sebenarnya sedikit kecewa karena yang muncul sebagai karakter ‘penghubung’ dari Shinkenger adalah kepala keluarga Shiba generasi ke-18, Shiba Kaoru, dan bukannya sang putra angkat, Shiba Takeru, yang merupakan kepala keluarga Shiba generasi ke-19. Mungkin akan lebih ‘menggigit’ dan istimewa kalau yang ditampilkan adalah Takeru. Tapi – saya mencoba untuk berpikir positif di sini – mungkin akan lebih sulit untuk merekrut Matsuzaka Tori untuk tampil kembali di seri ini mengingat ia juga tampil di sebuah drama lain pada saat yang bersamaan.

Guest: Natsui Runa sebagai Shiba Kaoru, Matsuzawa Kazuyuki sebagai Tanba Toshizou, dan seiyuu Nakamura Yuichi sebagai pengisi suara Delzeiger

Perubahan wujud:
Captain Marvelous: Gokai Red, Tyranno Ranger, Dyna Red, dan Ginga Red
Joe Gibken: Gokai Blue, Tricera Ranger, Dyna Blue, dan Ginga Blue
Luka Millfy: Gokai Yellow, Tiger Ranger, Dyna Yellow, dan Ginga Yellow
Don Dogoier: Gokai Green, Mammoth Ranger, Dyna Black, dan Ginga Green
Ahim de Famille: Gokai Pink, Ptera Ranger, Dyna Pink, dan Ginga Pink

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: