宇宙海賊の日記

June 15, 2011

タクミくんシリーズ4「Pure ~ピュア~」-review-

Filed under: movie — Tags: , , — uchuukaizoku @ 22:40

Dari sekian banyak judul film layar lebar bertema boys love, mungkin seri Takumi-kun yang lahir dari tangan novelis Gotou Shinobu yang memiliki paling banyak sekuel dibandingkan seri-seri lainnya (yang cenderung hanya terdiri dari satu judul saja). “Pure” adalah film layar lebar keempat dari seri “Takumi-kun” yang dirilis pada tanggal 18 Desember 2010. Tiga film pendahulunya masing-masing adalah “Soshite, Harukaze ni Sasayaite” (2007), “Niji-iro no Garasu” (2009), dan “Bibou no Detail” (2010). Film kelima dari seri ini, “Ano, Hareta Aozora“, akan menjadi film terakhir yang menampilkan aktor Hamao Kyousuke dan Watanabe Daisuke sebagai Hayama Takumi dan pasangan takdirnya, Saki Giichi.

Setting film keempat ini masih berlokasi di sebuah sekolah swasta khusus pria, Shidou, yang prestisius dan terletak di daerah pegunungan. Tempat ini bagaikan sebuah dunia kecil yang terpisah dari luar. Karena sekolah ini seluruhnya terdiri dari siswa, tidak aneh kalau hubungan yang ada di sana pun hampir semuanya… er, sesama jenis. OK, guys, what could you expect from a school which only has male students in it? Hubungan cinta sesama jenis seakan menjadi sesuatu yang amat sangat lazim di sana. Yeah, people are ‘formed’ by the environment they live in.

Kalau dalam tiga film terdahulu pasangan Takumi dan Gii yang menjadi sorotan, kali ini giliran secondary couple Misu Arata (diperankan oleh Baba Ryouma) dan Shingyouji Kanemitsu (diperankan oleh Naitou Taiki) yang menjadi fokus cerita. Alkisah, Shingyouji adalah murid tingkat terbawah di Shidou. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Misu pada saat ia mengikuti ujian masuk Shidou dua tahun yang lalu. Kisah terus bergulir. Shingyouji berhasil masuk ke Shidou dan ia terus mencoba untuk bertahan di sisi Misu meski Misu cenderung bersikap dingin dan acuh tak acuh dengan kehadirannya.

Sebenarnya, kalau mau jujur, dari bagian pembuka saja sudah terasa ada yang mengganjal. Bagaimana mungkin seseorang bisa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan menyatakan perasaan sukanya secara terang-terangan di depan orang yang disukainya pada hari yang sama? Ngebut sih boleh saja, tapi kalau terlalu ngebut juga kesannya jadi maksa banget kan?

OK, back to the story. Meski terkesan dingin dan cuek, anehnya, Misu mau-mau saja berciuman dengan Shingyouji. *GUBRAK* Alasannya konyol: memindahkan cokelat milik Shingyouji yang dimakan oleh Misu. Tapi apa perlu pakai transfer antar mulut? Biarpun Misu selalu acuh tak acuh, Shingyouji terus berusaha untuk mendekatinya tanpa kenal menyerah.

Selain Misu dan Shingyouji, masih ada satu pasangan lagi yang mendapat sorotan di film ini: Takabayashi Izumi (diperankan oleh Mitsuya Ryo) dan Yoshizawa Michio (diperankan oleh Kobayashi Yutaka). Lain pasangan, lain pula masalahnya. Pasangan ini punya satu masalah: Yoshizawa cenderung membiarkan Takabayashi untuk melakukan apa saja sesuka hatinya. Dalam waktu dekat, Yoshizawa akan ikut ambil bagian dalam pertandingan panahan. Bukannya meminta Takabayashi untuk datang dan memberikan dukungan, ia malah berkata kepada Takabayashi supaya pergi ke acara yang dinanti-nantikan Takabayashi. Takabayashi pun memanfaatkan kesempatan yang muncul. Kebetulan, Takumi sedang jarang bertandang ke kamar Gii. Takabayashi pun mencoba untuk mendekati Gii. Di lain pihak, Yoshizawa mulai cemburu dengan kedekatan Takabayashi dan Gii. Oh my God, we are having a soap opera here.

Masalah di antara pasangan Takabayashi dan Yoshizawa berhasil diselesaikan setelah Gii turun tangan dan memberitahu Yoshizawa kalau mungkin Takabayashi sebenarnya ingin agar Yoshizawa sedikit ‘mengikatnya’. Begitu saja dan masalah selesai. Eh, begitu saja? Benar, tanpa ada penjelasan yang jelas soal bagaimana akhir dari hubungan mereka berdua. Pacaran jalan terus tapi hasil pertandingan panahannya nggak dikasih tahu. Mbak Kanesugi Hiroko, sang penulis skenario, sebenarnya tak perlu sibuk-sibuk bikin pasangan ketiga ini kalau cuma untuk sekedar tempelan saja. Apa sih gunanya pasangan ketiga ini? Nggak ada. Sama sekali useless. Takabayashi boleh saja coba-coba nge-flirt sama Gii, tapi ya tetap saja feel-nya nggak dapat. Buang-buang waktu dan uang untuk bayar aktornya saja ini mah. Kalau si Takabayashi mau diceritakan bikin affair, bikinnya yang lebih meyakinkan dong. Ini seakan nggak ada ujung pangkal terus masalahnya selesai begitu saja.

Kembali ke pasangan utama Misu dan Shingyouji. Shingyouji melihat Misu yang tampak sangat senang ketika menerima telepon dari Sagara Takahiro (diperankan oleh Hirose Yusuke), senior dari Shidou yang melanjutkan sekolahnya ke Spanyol. Dan ketika Misu berkata kalau ia tidak bisa menepati janjinya untuk menemani Shingyouji mencari pakaian, Shingyouji memutuskan untuk ‘mundur’.

Demi menghibur Shingyouji, Takumi mengajak Shingyouji untuk keluar dengannya. Bersama dengan Gii dan Akaike Shouzou (diperankan oleh Takiguchi Yukihiro), mereka pergi makan ke sebuah restoran yang berada di dalam kompleks Shidou. Di sana, mereka bertemu dengan Sagara yang sedang makan bersama Misu. Shingyouji yang merasa makin jauh dari Misu pun memutuskan untuk pergi dari sana. Akan tetapi, Misu menghentikannya dan membawanya pergi dari sana secara paksa. Di sini, perasaan Misu mulai terungkap. Misu memang menyukai Shingyouji meski ia tidak pernah mengatakannya. Yang paling gila, Misu jelas-jelas berkata kalau Shingyouji adalah miliknya dan pemuda yang lebih muda itu harus mengikuti semua keinginannya. Misu juga dengan terang-terang mengatakan kalau dia adalah sang master dan Shingyouji adalah pet-nya. OALAH, master and pet!! *pingsan* Baru sekali ini ada yang memproklamirkan jenis hubungan seperti ini di film. That’s what I call an unhealthy relationship.
Seakan masih kurang jelas dan tegas, hubungan master and pet ini terus diumbar sampai ke bagian akhir cerita. Please, Mbak Hiroko, kita semua tahu kalau Misu itu master dan Shingyouji itu pet. Cukup sekali diberitahu saja kok, nggak perlu ditegaskan sampai sejelas itu. Kasihan si Shingyouji yang kesannya jadi pet beneran dari awal sampai akhir cerita.

Film keempat ini sedikit lebih ‘sopan’ dibandingkan ketiga pendahulunya karena minus adegan ranjang seks. Hanya ada adegan ciuman di sini dan itupun hanya dua kali saja. Lumayan erotis dan panas, meski tetap tak sepanas adegan panasnya Takumi dan Gii di film-film terdahulu. Adegan yang paling panas dalam film ini terjadi di… ehem, kamar ganti di toko baju. Hi hi hi, seru sih adegannya, hanya saja… kok hanya ciuman ya? *dilempar*

Overall, film ini cukup menghibur meski dari bangunan ceritanya terasa lemah dan tidak menggigit. Tapi setidaknya sudah ada usaha untuk menggali karakter lain selain kedua karakter utama. Meskipun karakter yang ditonjolkan di film ini adalah Misu dan Shingyouji, tetap saja percakapan yang paling bagusnya masih dipegang sama Takumi dan Gii waktu mereka sedang melihat bintang di hari Tanabata.

Haduh, stress gue bikin tulisan soal movie ini. Habisnya terlalu banyak yang mau dicela daripada dipuji. Yang pantas dipuji, antara lain, adalah akting jutek dan dinginnya Baba Ryouma yang pas banget sebagai Misu. Dan, anehnya, kok gue jadi merindukan suara rintihan “Gii…” dari Mao-chan ya? Rasanya aneh nonton film “Takumi-kun” minus adegan ranjangnya Takumi dan Gii.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: