宇宙海賊の日記

June 15, 2011

Kaizoku Sentai Gokaiger: Undefeated

Filed under: fanfic — Tags: , , , , — uchuukaizoku @ 00:06

Title: Undefeated
Fandom: Kaizoku Sentai Gokaiger
Pairing: Captain Marvelous x Don ‘Hakase’ Dogoier
Timeline: post episode 7
Rating: PG-13

“Dasar bodoh” omel Don. Ia sedang mengolesi telapak tangan kiri Marvelous yang melepuh dengan menggunakan obat berwujud cairan kental yang dingin. “Tak ada orang sebodoh Marvelous yang memegang dasar wajan yang baru saja diangkat dari kompor dengan tangan telanjang.”

Marvelous merengut mendengar ucapan Don. Ketika Don telah selesai mengobati telapak tangannya, ia pun memuntahkan kata-katanya dengan nada kesal.

“Ini bukan salahku” katanya membela diri. “Kau yang membuatku terpaksa melakukan pekerjaan konyol itu.”

“Apanya yang pekerjaan konyol?” balas Don dengan sengit. “Membagi-bagikan makanan ke atas piring bukan hal yang konyol. Lagipula, itu hukuman untukmu karena sering mencuri daging langsung dari wajan dengan menggunakan dart.”

Kalimat terakhir Don membuat Marvelous terdiam. Ucapan si pirang tepat mengenai sasaran. Siapa lagi yang sering mencuri daging langsung dari wajan selain Marvelous? Tidak ada.

“Dan kau juga bukan orang kidal kan?” lanjut Don. “Kau toh makan dan menulis dengan tangan kananmu.”

Skak mat! Marvelous benar-benar kehabisan kata-kata menghadapi kata-kata Don. Tentu saja, ia merasa sangat kesal dilawan dengan cara seperti itu.

Hanya gara-gara latihan kung-fu sebentar saja, dia sudah besar kepala seperti ini.

Marvelous pun mulai menyusun taktik untuk ‘mengalahkan’ Don. Dalam kondisi tertentu, Don memang sukar untuk dikalahkan dalam adu kata-kata. Tapi dia pasti punya kelemahan. Kelemahan itulah yang hendak dimanfaatkan oleh sang kapten yang berdarah panas dan tidak pernah mau kalah.

Cara pertama. “Dengan tangan yang melepuh seperti ini, aku akan kesulitan menggerakkan kemudi Galleon” kata Marvelous. “Kau harus bertanggung jawab, Hakase. Mulai hari ini, kau yang menggantikan aku di ruang kemudi.”

“Kalau kau tidak keberatan makan makanan instan selama beberapa hari, aku akan berjaga di ruang kemudi” jawab Don dengan nada santai. Skak mat!

Jawaban itu membuat Marvelous mati kutu. Joe-lah yang akhirnya menyelamatkan Marvelous dari ‘kekalahan’ yang lebih memalukan.

“Sudah, sudah… biar aku yang menggantikanmu di ruang kemudi.”

Padahal mereka semua juga tahu kalau dalam beberapa hari ke depan mereka masih bakal berada di tempat yang sama. Belum ada rencana untuk mengangkat sauh dan ‘berlayar’ ke tempat lain.

Cara kedua. “Kau dilarang untuk mempraktikkan segala macam gerakan kung-fu. Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi.”

“Aku tidak akan melakukan apa-apa asalkan kau tidak mencoba untuk mengambil makanan dari wajan yang ada di tanganku. Kau yang menghabiskan jatah makanan yang belum dibagikan dan kau juga yang ribut setiap kali jatahmu kukurangi.”

Skak mat lagi!

Cara ketiga. Setelah berpikir keras, Marvelous memutuskan untuk mencoba cara ini. Tapi, tentu saja, cara ini hanya bisa digunakan pada Don saja. Kalau digunakan pada yang lain, mereka tak akan segan-segan untuk menghajarnya. Dan ia sendiri juga merasa tidak enak kalau sampai mengucapkannya di depan yang lainnya. Karena itulah, ia sengaja mencari kesempatan ketika Don sedang seorang diri saja.

“Dengan tangan seperti ini, aku sulit untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Oh, maksudku bukan urusan makan dan menulis. Tapi aku jelas membutuhkan seseorang untuk membantuku di kamar mandi.”

Air muka Don sedikit berubah ketika mendengar ucapan Marvelous itu. Marvelous menangkap perubahan tersebut dan mulai tertawa sendiri di dalam hatinya.

“Kamar mandi kita menggunakan sistem shower” ucap Don dengan nada sedikit sengit. “Kau bisa menggunakan tangan kananmu untuk menyabuni seluruh tubuhmu. Jangan manja hanya karena tanganmu melepuh.”

“Ini perintah” kata Marvelous. “Jangan membantahku.”

Sialan, dia mulai menggunakan hak khususnya sebagai kapten untuk menekanku, Don menggerutu di dalam hatinya tapi ia tidak mengucapkan apapun.

“Sekarang saja mandinya. Aku masih harus menyiapkan makan malam untuk kalian semua.”

Keduanya berjalan ke arah kamar mandi. Kali ini, Marvelous dengan sengaja memilih kamar mandi di dalam kamarnya. Don berjalan di depan Marvelous dengan wajah kesal. Di belakangnya, Marvelous tersenyum-senyum sendiri. Jelas ia punya rencana licik di dalam benaknya.

Kesengajaan Marvelous tidak berhenti sampai di sana. Ia ‘memaksa’ Don untuk membantunya melepaskan pakaian. Meski bukan untuk yang pertama kalinya melihat Marvelous telanjang di hadapannya, tetap saja Don merasa jengah melakukan itu. Urusan tempat tidur jelas berbeda dengan urusan kamar mandi. Apa yang dilakukan di atas tempat tidur didasarkan atas dasar suka sama suka. Kali ini ia jelas dipaksa untuk membantu Marvelous melakukan ‘urusan kamar mandi’.

Babak ketiga dari drama berjudul “Kesengajaan Marvelous” berlanjut di kamar mandi. Ia meminta Don untuk menyabuni tubuhnya. Don melakukannya dengan wajah terpaksa. Ia terus saja cemberut sambil membersihkan tubuh Marvelous. Setelah selesai, dengan agak kasar ia mengeringkan tubuh Marvelous dengan sehelai handuk lebar.

Don sudah siap melarikan diri dari kamar Marvelous ketika suara Marvelous menghentikan langkahnya.

“Bantu aku berpakaian, Hakase” perintahnya.

Mau tak mau Don berbalik dan membantu Marvelous mengenakan pakaiannya. Kali ini, Marvelous benar-benar di atas angin. Ia tahu kalau ia hanya membutuhkan satu atau dua langkah lagi untuk ‘mengalahkan’ Don. Ia tinggal mencari saat yang tepat untuk melakukannya.

Saat yang tepat itu tiba ketika Don sedang menyisiri rambut Marvelous yang masih basah dan lembab. Keduanya sedang berdiri di tepi tempat tidur. Dengan cepat, Marvelous mendorong Don ke atas tempat tidur.

Don jatuh tepat di tengah tempat tidur. Marvelous segera menindih dan mengunci tubuh Don dengan menggunakan tubuhnya sendiri.

“Marvelous…” Don berusaha memprotes apa yang dilakukan Marvelous. Ia tidak suka diperlakukan seperti itu. Urusan tempat tidur yang dilakukan dengan terpaksa adalah salah satu hal yang dibencinya. Ia sudah bisa membaca gelagat akan ke arah mana ‘permainan’ Marvelous berlanjut.

Don tidak pernah menyelesaikan protesnya karena Marvelous juga menggunakan bibirnya untuk mengunci bibir Don. Satu detik. Dua detik. Dan pada detik ketiga, Don menyerah. Ia memang tidak pernah bisa bertahan lama kalau dihadapkan pada ciuman Marvelous. Itulah salah satu kelemahan terbesarnya.

“Bagaimana, Hakase?” tanya Marvelous dengan nada menggoda. “Kau yang menyebabkan semua ini terjadi. Kalau saja kau tidak memaksaku untuk mengisi piring-piring itu, tentunya kau tidak akan berada di sini… di bawah tubuhku. Sebaiknya kau meminta maaf atas apa yang terjadi dan aku akan membebaskanmu sekarang. Kalau tidak, kau akan kutawan di sini sampai besok pagi. Hanya aku dan Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi padamu nanti. Dan sampai tanganku benar-benar sembuh, kau harus terus membantuku seperti ini.”

Mata Don terbelalak. Di dalam hatinya, Marvelous tahu kalau kemenangan sudah ada di tangannya.

Jangan pernah bermain-main denganku, Hakase. Kau seharusnya tahu kalau kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku.

Marvelous tahu, Don sudah benar-benar bertekuk lutut. Tinggal menunggu permintaan maaf terlontar dari mulutnya saja. Tapi Marvelous juga tahu, ia yang sebenarnya salah. Karena itu, ketika Don hendak meminta maaf untuk sesuatu yang jelas bukan kesalahannya (dengan raut wajah terpaksa), Marvelous langsung membungkamnya lagi dengan sebuah ciuman.

Kau milikku, Hakase. Mungkin sesekali kau kubiarkan di atas angin, tapi kau harus tahu kalau akulah yang berkuasa di sini. Aku tidak akan pernah kalah dalam urusan sepele dan tidak penting seperti ini.

Ia melepaskan bibirnya dari bibir Don, tersenyum kepada si pirang yang terbaring pasrah di bawahnya, dan kemudian menciumnya lagi. Sebuah kemenangan yang sempurna sebagai penutup ‘permainan’ mereka. Sang kapten kembali memperpanjang rekor tak terkalahkannya atas krunya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: