宇宙海賊の日記

June 28, 2011

Kaizoku Sentai Gokaiger: Instinct

Title: Instinct
Fandom: Kaizoku Sentai Gokaiger
Pairing: Captain Marvelous x Don ‘Hakase’ Dogoier
Rating: G

Permainan rupanya masih belum selesai. Sesosok tubuh berukuran luar biasa besar dan ramping muncul di hadapan mereka. Warnanya biru tua seperti air namun ada bagian-bagian tubuhnya yang seperti terbuat dari logam. Sosok asing tersebut muncul dari tempat Basco dan Sally berdiri. Baru kali ini Marvelous melihat sosok dengan wujud seperti itu.

Tiba-tiba, Marvelous merasa lengannya dicengkeram seseorang. Itu cengkeraman yang terasa familiar baginya. Don. Seperti biasa, ia terkejut dan takut melihat kemunculan sosok yang tidak dikenal di hadapan mereka. Don sepertinya sudah melupakan apa yang terjadi kemarin. Marvelous sadar, Don benar-benar merasa takut kepadanya gara-gara kejadian kemarin. Ia tidak mungkin mengatakannya tapi Marvelous mengenalnya dan bisa merasakan aura ketakutan merambat keluar dari diri Don. Tapi ada kemungkinan Don melakukannya karena instingnya bekerja lebih cepat daripada otaknya. Kebetulan Marvelous yang berdiri paling dekat dengan dirinya, karena itulah ia segera mencengkeram tubuh Marvelous dan bersembunyi di baliknya. Kalau boleh merasa senang, Marvelous merasa sedikit senang dengan apa yang sedang terjadi. Itu mungkin bisa dianggap sebuah pertanda baik.

Setiap kali ia merasa takut atau terkejut karena sesuatu, Don punya kecenderungan untuk segera mencengkeram erat-erat lengan atau tubuh orang yang berada di dekatnya. Setelah itu, ia akan langsung bersembunyi di balik tubuh orang itu. Jelas bukan sikap yang pantas untuk ditunjukkan oleh seorang bajak laut. Joe dan Luka paling sebal kalau Don sudah berlindung di balik tubuh mereka. Joe masih bisa menahan diri untuk tidak menyodok perut Don dengan sikunya sedangkan Luka, dengan sadisnya, selalu menyikut perut Don tanpa ampun.

Sesekali terlintas di dalam benak Marvelous untuk melakukan hal yang sama dengan Luka. Di dalam situasi yang gawat, tindakan spontan Don tersebut sangat mengganggunya. Akan tetapi, entah kenapa, ia tidak bisa melakukannya kecuali di saat situasi benar-benar gawat. Itupun tidak dengan cara menyodok perut Don. Setelah berulang kali dijadikan tameng oleh Don di saat gawat, ia sadar kalau Don menyimpan ketakutan terhadap sesuatu. Sesuatu yang tidak pernah disebutkannya karena alasan pribadi. Don bukannya pura-pura takut untuk mencari-cari perhatian. Ia benar-benar ketakutan. Karena itulah, cengkeramannya selalu terasa nyata dan tidak dibuat-buat.

Don bersembunyi karena instingnya. Dan Marvelous sadar kalau tindakan Don tersebut membangkitkan sebuah insting di dalam dirinya. Insting untuk melindungi. Pada awalnya, insting tersebut tertidur lelap jauh di dalam dirinya. Sebagai bajak laut, ia tidak seharusnya memiliki insting tersebut. Tak ada hal yang harus dilindungi oleh seorang bajak laut selain kehormatannya. Tapi kehadiran Don mengubah dirinya. Don membuatnya menjadi semakin manusiawi meskipun ia masih suka bertindak seenaknya. Itu bawaan lahir, tidak bisa diubah.

Perlahan-lahan, tanpa disadari oleh si pirang yang penakut itu, ia menyembuhkan hati Marvelous yang terluka oleh pengkhianatan Basco. Kehadiran Don juga membuat Marvelous menyadari sesuatu. Ada perasaan luar biasa yang bersemayam di dalam dirinya. Ketika perasaan itu bangkit, ia tahu kalau ia ingin melindungi Don dari segala macam bahaya yang mengancam. Meski perasaan tersebut tak pernah terucapkan, ia tahu kalau ia siap melakukan segala hal demi Don. Don tidak pernah meminta balasan apapun atas semua hal yang telah dilakukannya. Hanya dengan menerima diri Don seutuhnya, melindunginya, dan mencintainyalah Marvelous bisa membalas ketulusan Don. Insting untuk melindungi Don pun muncul bersamaan dengan kehadiran perasaan ganjil itu.

Karena itulah ia sebisa mungkin tidak menepis tangan Don ketika tangan tersebut memegangi dirinya. Ia tahu kalau Don membutuhkan dirinya. Don butuh dukungan darinya untuk bisa maju dan menghadapi musuh. Dan ia akan berusaha meresponnya dengan caranya sendiri. Ia tidak ingin menunjukkan hal tersebut secara terang-terangan tapi ia siap memberikan semua yang bisa diberikannya kepada Don untuk maju.

Bertahanlah, Hakase. Aku akan selalu ada di sini untukmu. Dan kalau kita pulang nanti, aku akan meminta maaf kepadamu atas apa yang telah kulakukan kemarin. Untuk saat ini, berdirilah di sisiku dan biarkan aku melindungimu dari semua hal yang membuatmu takut. Semuanya akan baik-baik saja.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: