宇宙海賊の日記

June 29, 2011

Kaizoku Sentai Gokaiger: The Men In His Life

Filed under: fanfic — Tags: , , , , , — uchuukaizoku @ 00:26

Title: The Men In His Life
Fandom: Kaizoku Sentai Gokaiger
Pairing: Captain Marvelous x Don ‘Hakase’ Dogoier & Captain Marvelous x Basco ta Jolokia / Basco ta Jolokia x Captain Marvelous
Rating: PG-13

Malam itu, tidak seperti biasanya, Marvelous masih terjaga setelah bercinta dengan Don. Si rambut pirang sendiri sudah terlelap setelah ‘aktivitas ranjang’ mereka selesai. Situasi seperti ini jarang sekali terjadi. Biasanya Don-lah yang selalu terjaga setelah mereka bercinta. Ia akan sibuk merapikan tempat tidur sebelum membiarkan dirinya terlelap di sisi Marvelous sampai pagi menjelang. Tentu saja, itu adalah tindakan yang jelas-jelas tidak perlu dan tidak penting untuk dilakukan. Toh seprainya juga akan berantakan setiap kali mereka bangun (mengingat cara tidur Marvelous yang asal-asalan).

Marvelous menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur yang terbuat dari kayu yang dipelitur yang terpasang di tempat tidur Don. Selimut kesayangan Don yang tebal menutupi bagian bawah tubuhnya sementara ia membiarkan dadanya yang bidang terbuka begitu saja. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk memandangi Don yang tertidur pulas di sisinya. Sama seperti dirinya, Don tidak mengenakan apapun di balik selimut yang melindungi tubuhnya dari tiupan angin dingin yang berhembus dari pendingin ruangan di dalam kamarnya.

Kesempatan seperti ini adalah kesempatan langka yang tidak setiap kali terjadi. Karena itulah, Marvelous tidak ingin menyia-nyiakannya. Pada saat Don tertidur pulas seperti ini, ia dapat memandanginya dengan pandangan penuh cinta tanpa takut ketahuan. Bukan ia tidak ingin Don tahu kalau ia mencintainya, tapi ia merasa kalau saatnya belum tepat. Masih ada banyak hal yang harus mereka lakukan di bumi. Ia tidak ingin perasaan cinta tersebut memecah konsentrasi mereka.

Jauh di dalam hatinya, ia sadar kalau ia mencintai Don. Tapi di hadapan Don, ia berkata kalau ia menyayangi pemuda yang selalu memandanginya dengan pandangan seperti seekor anak anjing itu. Beruntung bagi Marvelous, Don percaya kalau Marvelous memang ‘hanya’ menyayanginya dan hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi perasaan cinta yang dirasakannya pada pemuda yang lebih tua dari dirinya itu.

Suatu hari nanti, janjinya pada dirinya sendiri, aku akan memberitahukan Don kalau aku mencintainya. Perasaan yang kurasakan kepadanya tidak kalah besar dari perasaan yang ia rasakan kepadaku. Untuk saat ini, cukup aku saja yang tahu.

Marvelous mengulurkan jari-jarinya untuk menyibakkan anak-anak rambut Don yang jatuh menutupi keningnya. Ia kemudian menundukkan kepala untuk mengecup kening Don dengan pelan. Pada saat seperti ini, perasaan cinta di dalam hatinya terasa menyakitkan. Ia merasakan dorongan yang begitu kuat dari dalam dirinya untuk membangunkan Don dan memeluknya erat-erat. Ia ingin sekali membisikkan kalimat, “Aku mencintaimu”, berulang kali di telinga Don. Ia ingin melakukan hal-hal yang seharusnya telah ia lakukan sejak dulu.

Baru kali inilah ia merasakan perasaan seperti ini. Dulu, beberapa tahun silam, yang ada di dalam dirinya hanyalah hasrat dan nafsu saja. Ia bisa tidur dengan siapa saja dan menikmati tubuh mereka tanpa harus memasukkan unsur perasaan ke dalamnya. Aku menikmatinya dan begitu juga dengan dirimu, pertukaran yang ekuivalen. Tidak ada yang perlu diperdebatkan setelahnya. Akan tetapi, pada kenyataannya, ia hanya pernah tidur dengan dua pria di dalam hidupnya. Yang pertama adalah rekannya sendiri ketika Aka Red masih memimpin Gokai Galleon: Basco ta Jolokia. Yang kedua, tentu saja, adalah pria muda yang kini sedang berbaring di sisinya.

Marvelous sadar, apa yang dilakukannya dengan Basco dulu semata-mata hanyalah pelampiasan nafsu saja. Mereka sama-sama membutuhkannya sebagai penyaluran gairah yang terkadang meletup-letup. Tanpa komitmen dan perasaan. Kau dan aku sama-sama menikmatinya, urusan selesai. I topped him, he topped me. Pertukaran ekuivalen seperti yang dikenal dalam alchemy. Keduanya biasa berciuman tanpa memasukkan unsur perasaan. Semuanya berlangsung cepat dan terburu-buru. Tak ada satu pihak pun yang akan terluka dalam hubungan seperti itu. Satu-satunya luka yang diderita oleh Marvelous yang disebabkan oleh Basco hanyalah perasaan sakit hati setelah Basco memutuskan untuk mengkhianati dirinya dan Aka Red demi menguasai harta karun terbesar di seantero antariksa. Hatinya terasa sakit karena Basco sampai hati berkhianat terhadap rekan-rekannya. Hanya sebatas itu saja. Apa yang pernah ada di antara dirinya dan Basco tidak berarti apapun sebelum dan sesudahnya.

Tapi Don berbeda dengan Basco. Sejak awal, ia sudah menyerahkan hatinya secara utuh kepada Marvelous. Ia mempercayai Marvelous lebih dari siapapun di dunia ini. Terkadang Marvelous yakin kalau Don pasti akan hancur seandainya ia sampai mengkhianati perasaan Don.
Pada awalnya, Marvelous mencoba untuk menjaga jarak dengan Don. Ia tahu, Don mencintai dan mengagumi dirinya. Ia sendiri juga sadar kalau ia tertarik pada Don dan kepribadiannya yang hangat dan menyenangkan (meski terkadang sifatnya menyebalkan di saat-saat tertentu). Mereka berdua bagaikan dua kutub magnet yang saling tarik-menarik. Tapi tidak ada yang mengambil inisiatif untuk memulai sebuah hubungan… sampai sebuah kejadian di planet Altea mengubah segalanya.

Marvelous masih ingat apa yang terjadi pada malam itu. Ia ingat sorot mata Don yang penuh dengan keraguan ketika Marvelous memintanya untuk melepaskan rompi dan kemeja yang dikenakannya. Don butuh waktu 10 menit untuk melakukannya karena jari-jarinya terus gemetar kala itu. Bibir Don terasa dingin ketika Marvelous menyentuhkan bibirnya ke bibir yang pucat itu. Ciuman yang pada awalnya terasa penuh dengan keraguan dan ketakutan itu perlahan-lahan berubah menjadi ciuman yang hangat dan membara. Dan ketika ia menyatukan dirinya dengan Don, ia merasakan sebuah perasaan asing yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasakan luapan kasih sayang untuk Don yang membanjir di dalam hatinya. Marvelous juga masih ingat senyuman malu-malu Don ketika mereka selesai bercinta malam itu. Lalu, ucapan “Aku mencintaimu, Marvelous” yang terlontar dari mulut Don membuat hatinya terasa begitu hangat.

Sejak saat itu, entah sudah berapa ratus kali ia bercinta dengan Don. Tidak ada yang mengingat jumlahnya dengan persis. Tapi yang terjadi di antara mereka bukanlah kontak fisik belaka. Meski Marvelous terus menutupinya, apa yang terbangun di antara mereka adalah pertalian perasaan. Don mencintainya dan ia mencintai Don. Mereka tidak melakukannya karena nafsu (meski Marvelous sering mencoba untuk mengelabui Don dengan berkata kalau ia melakukannya karena nafsu dan Don percaya saja dengan kata-kata Marvelous).

Hanya ada dua pria di dalam hidupnya yang berbagi keintiman dengannya. Tapi hanya kepada si pirang berambut ikal inilah Marvelous menyerahkan hatinya. Instingnya mengatakan kalau Don akan menjaga hatinya sebaik-baiknya. Pikirannya pun mengatakan hal yang sama. Tak ada yang perlu diragukan dari seorang Don Dogoier. Ia mungkin penakut dan tidak bisa diandalkan dalam berbagai hal, tapi ia jelas punya hati yang lembut dan penyayang yang menerima Marvelous apa adanya. Marvelous sadar, ialah yang beruntung karena memperoleh cinta Don.

Marvelous kembali menundukkan kepalanya untuk mencium Don. Kali ini, ia memilih untuk mencium bibir Don. Ia melakukannya perlahan-lahan, berharap kalau Don tidak akan terbangun karena ciuman ringan itu.

“Aku mencintaimu, Hakase…” bisiknya.

Marvelous membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Ia lalu menarik Don ke dalam pelukannya. Ia mendekap Don erat-erat, berharap kalau ia akan kembali melihat senyuman manis Don ketika ia bangun nanti. Senyuman tersebut selalu memberinya semangat kapan saja dan di mana saja. Untuk bisa terus melihat senyuman itu di dalam hidupnya, ia siap melakukan apa saja.

Karena kau adalah matahariku, Hakase.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: