宇宙海賊の日記

August 8, 2011

仮面ライダーW RETURNS: 仮面ライダーエターナル -a review-

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kesempatan untuk mengulas “Kamen Rider W RETURNS: Kamen Rider Eternal” tiba juga. Saya sudah memperoleh file film ini kira-kira sebulan yang lalu ketika versi rental dari film ini mulai beredar luas di Internet. Karena alasan tertentu, saya baru bisa menyaksikannya tadi malam. Salah satu alasan utama adalah karena belum ada file subtitle yang beredar. Dengan kemampuan bahasa Jepang yang pas-pasan, menyaksikan sebuah film dengan cerita yang rada ‘berat’ tentunya bukan pilihan yang bijaksana. Karena itulah, saya sengaja memilih untuk menunggu sampai file softsub yang dibutuhkan untuk memahami cerita secara menyeluruh muncul di Internet. Dan setelah menyaksikan film ini, saya sadar kalau saya jelas tak punya alasan untuk tidak mengulas film ini.

Cerita dari V-Cinema ini ditulis oleh penulis skenario Sanjo Riku yang juga merupakan penulis skenario utama seri “Kamen Rider W”. Bertindak sebagai sutradara dan sutradara aksi adalah sutradara yang lama berkiprah di Amerika, Sakamoto Kouichi. Keterlibatan Sakamoto Kouichi dalam film ini merupakan sebuah penjelasan tersendiri kenapa V-Cinema yang satu ini memiliki begitu banyak adegan aksi ala seri Power Rangers yang terkenal di Amerika. Sakamoto-san terkenal dengan berbagai adegan aksi dengan tangan kosong ataupun senjata yang lazim ditemukan dalam film bela diri. Tentunya inilah alasan utama kenapa kita bisa menemukan begitu banyak adegan aksi yang memikat di kedua V-Cinema “Kamen Rider W” meski terkadang ada beberapa adegan yang mungkin terasa tidak masuk akal.

V-Cinema “Kamen Rider W RETURNS: Kamen Rider Eternal” ini diproduksi untuk menjawab rasa penasaran fans “Kamen Rider W” tentang kelompok NEVER yang menjadi kelompok antagonis di versi layar lebar “Kamen Rider W” yang berjudul “Kamen Rider W FOREVER A to Z / Unmei no GAIA MEMORY” yang diputar di bioskop-bioskop di Jepang pada musim panas 2010. Sepertinya, cerita pendek dengan judul “N no Hajimari / Chi to Yume” (Nのはじまり/血と夢 – dapat langsung diterjemahkan sebagai “The Beginning of N / Blood and Dream”) yang dimuat di majalah TOEI Hero Max volume 34 tentang latar belakang NEVER masih belum cukup untuk memuaskan rasa penasaran fans tentang NEVER sehingga sebuah V-Cinema pun diproduksi untuk menjelaskan asal-usul NEVER.

Berbagai hal penting yang selama ini (mungkin) menjadi tanda tanya di dalam benak fans dijawab tuntas di dalam film berdurasi 75 menit ini. Salah satunya adalah sejarah di balik kelahiran NEVER atau NEcro ovER yang terdiri dari orang-orang yang telah tewas terbunuh. Dengan menggunakan semacam cairan, orang-orang yang telah mati dapat dibangkitkan kembali meski dalam jangka waktu tertentu mereka harus memperoleh ‘asupan’ cairan tersebut atau mereka akan kembali mati. Dalam segmen awal film ini, alasan kenapa NEVER begitu memusuhi Museum terjawab. Rupanya, proyek NEVER dan Gaia Memory bersaing untuk memperoleh pendanaan dari Zaidan X. Karena Zaidan X lebih tertarik dengan proyek Gaia Memory yang diajukan oleh Sonozaki Ryubee, mereka memilih untuk melepaskan proyek NEVER. Kondisi ini menyebabkan Katsumi dan pencipta NEVER, Professor Maria – ibu Katsumi sendiri, berusaha untuk membuktikan keandalan proyek mereka kepada Zaidan X agar bisa memperoleh pendanaan.

Hal penting lainnya yang dimasukkan ke dalam film ini adalah proses perekrutan anggota NEVER oleh Katsumi. Adegan-adegan yang memperlihatkan bagaimana ia bertemu keempat anggota NEVER lainnya: Izumi Kyousui, Ashihara Ken, Domoto Gozo, dan Hanehara Reika tidak lupa dimasukkan ke dalam film ini lewat berbagai adegan flashback.

Zaidan X, organisasi besar yang berada di balik pendanaan proyek Gaia Memory yang baru muncul di beberapa episode terakhir “Kamen Rider W”, turut memperoleh porsi yang cukup besar dalam film ini. Setidaknya, kita jadi bisa memperoleh gambaran tentang aktivitas pendanaan yang mereka lakukan selama ini. Selain mendanai proyek Gaia Memory, mereka juga mendanai proyek Quarks. Proyek Quarks sendiri diadakan di tengah hutan dan gunung yang terletak di sebuah negara fiksi S yang berada di Asia Tenggara. Proyek Quarks merupakan proyek yang dikepalai oleh Doctor Prospect yang bertujuan untuk menghasilkan orang-orang berkekuatan psychic untuk dijadikan tentara. Tentunya, Doctor Prospect dan para bawahannya menjadi musuh yang harus dikalahkan oleh NEVER.

Kamen Rider Eternal, wujud Kamen Rider dari Daido Katsumi, juga ditampilkan di sini dalam 2 wujud: Red Flare dan Blue Flare. Melalui film ini, fans akan memperoleh jawaban kenapa Katsumi bisa memiliki Lost Driver yang digunakannya untuk berubah wujud dalam “Kamen Rider W FOREVER A to Z / Unmei no GAIA MEMORY” yang sudah beredar duluan beberapa bulan sebelumnya. Dan alasan kenapa Kazu Jun, kaki tangan Zaidan X yang sering muncul di episode-episode penutup “Kamen Rider W”, adalah seorang NEVER pun dijawab tuntas melalui film ini.

Konsistensi cerita adalah kekuatan utama dari seri “Kamen Rider W” dan semua film dan video yang dirilis mengikuti kesuksesan seri televisinya. Bukannya mengadopsi plot yang penuh dengan misteri sejak awal namun malah dieksekusi sembarangan di akhir cerita dengan berbagai alasan yang hanya diketahui oleh tim produser dan penulis skenario, plot seri ini cenderung lebih gampang dibaca. Namun, sekali lagi, konsistensi cerita terbukti merupakan senjata yang kuat untuk membangun seri yang baik. Kombinasi penulis skenario Sanjo Riku dan Hasegawa Keiichi yang dibantu oleh Arakawa Naruhisa dan Nakashima Kazuki berhasil membuktikan hal tersebut. Hasilnya, seperti yang bisa kita lihat, adalah betapa solidnya cerita yang ditampilkan lewat seri televisi, film layar lebar, serta dua V-Cinema. Bahkan dalam film layar lebar kolaborasi dengan Kamen Rider OOO pun, “Kamen Rider W” tetap konsisten pada kisah Kamen Rider Skull. Terus terang, konsistensi cerita seperti ini sejauh ini hanya saya temukan dalam 3 seri heisei Kamen Rider lainnya: Kamen Rider Agito, Kamen Rider 555, dan Kamen Rider Den-O. Jujur, seri yang satu ini jelas-jelas membanting Kamen Rider Decade sampai ke dasar bumi dengan ceritanya yang solid.

Faktor lain yang semakin memperkuat kesan pada film ini, IMO, ada pada karakter-karakter tamu yang ditampilkan. Kali ini, TOEI kembali menggandeng aktor veteran Haruta Junichi sebagai Doctor Prospect. Haruta Junichi tenar pada tahun 1982-1984 sebagai Kuroda Kanpei atau Goggle Black dalam seri Dai Sentai Goggle V dan kemudian sebagai Hoshikawa Ryu atau Dyna Black dalam seri Kagaku Sentai Dynaman yang diputar tahun berikutnya. Bintang tamu lainnya yang tampil adalah aktor Tomita Sho yang memerankan Sanjo Yukito atau Abare Blue dalam seri Bakuryuu Sentai Abaranger pada tahun 2003. Kali ini, ia tampil sebagai salah satu pengawal pribadi Doctor Prospect yang bernama Lloyd yang juga merupakan salah satu anggota Quarks. Masih ada pula aktris Takanashi Rin yang berperan sebagai esper terkuat bernama Mina yang juga merupakan Quarks. Sebelumnya, Takanashi Rin terkenal setelah memerankan karakter Shiraishi Mako atau Shinken Pink dalam seri Samurai Sentai Shinkenger (2009). Ada juga aktor Deai Masayuki yang sebelumnya tampil sebagai Takaoka Eiji atau Bouken Silver dalam seri GoGo Sentai Boukenger (2006). Kali ini, ia memerankan karakter Ashihara Ken yang merupakan salah satu anggota NEVER. Tapiiiiiiiiii, sekali lagi saya tegaskan, semua itu hanyalah faktor pendukung saja. Tanpa bangunan cerita yang solid, karakter-karakter yang diperankan aktor dan aktris se-WAH apapun tak akan berarti apa-apa.

Satu-satunya pertanyaan minor yang muncul di dalam benak saya setelah menyaksikan film ini hanyalah “Kenapa T1 Eternal Memory bisa kompatibel dengan Daido Katsumi dan mengubahnya menjadi Blue Flare sedangkan Kazu Jun hanya bisa berubah menjadi Red Flare yang tidak sempurna?“. Sebuah jawaban menjawab pertanyaan ini: “Dalam beberapa kasus, NEVER dapat kompatibel dengan beberapa Gaia Memory tertentu”. As simple as that…

Lewat film ini juga, kita dapat melihat sisi yang lebih lembut dari seorang Daido Katsumi yang jelas-jelas jahat dan mencoba untuk menghancurkan Fuuto serta mengubah semua penduduknya menjadi NEVER. Mungkin penulis skenario hendak menegaskan bahwa masih ada sisi baik bahkan di dalam diri seseorang yang benar-benar jahat atau menyatakan dirinya jahat. Dalam satu kesempatan, Katsumi bahkan membuktikan kalau ia jauh lebih manusiawi dan hidup daripada orang-orang yang masih hidup.

Dengan mengambil faktor bangunan cerita yang solid serta berbagai faktor lain yang muncul seiring dengan berjalannya cerita, saya berani memberikan skor 9.75 / 10 untuk film ini. Saya menganggap kalau angka itu adalah angka yang paling pantas untuk film yang bagus ini. Semoga ke depannya pun bakalan ada film Kamen Rider yang bangunan ceritanya kuat seperti ini.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: