宇宙海賊の日記

November 12, 2011

ゴーカイジャー ゴセイジャー スーパー戦隊199ヒーロー 大決戦 -review-

Gokaiger Goseiger Super Sentai 199 Hero Daikessen
Skenario: Arakawa Naruhisa
Sutradara: Takemoto Noboru

Salah satu movie tokusatsu yang paling ditunggu-tunggu oleh fans tokusatsu selama berbulan-bulan, mungkin (atau malah pasti?), adalah movie kolosal yang dirilis untuk genre Super Sentai. Ya, apa lagi kalau bukan movie “Gokaiger Goseiger Super Sentai 199 Hero Daikessen” yang diputar di bioskop-bioskop di Jepang mulai tanggal 11 Juni 2011. Setelah mengalami penundaan selama kurang lebih 3 minggu pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda sebagian wilayah Jepang, film lintas generasi yang dinantikan oleh anak-anak dan sebagian besar orang tua mereka akhirnya dilempar ke pasar pada bulan Juni yang lalu. Saya sendiri akhirnya berkesempatan menyaksikan movie ini tadi malam setelah mengunduh hasil rip dari DVD rental yang memang selalu dirilis duluan ketimbang versi home video-nya. Jadilah saya menyaksikan movie ini semalam sambil… he he he, malu ngakunya, sibuk nge-tweet soal film ini.

Surprisingly, berbagai aspek dari film ini melebihi ekspektasi awal saya. Tadinya saya sempat mengira kalau film ini bakalan biasa-biasa saja meski dari judulnya memang terkesan bombastis dan WAH banget. *seperti biasa, tipe fans yang skeptis* Mungkin saya jadi tidak terlalu berharap banyak setelah menyaksikan sendiri movie “OOO, Den-O, All Riders: Let’s Go Kamen Riders” yang versi layar lebarnya dirilis 2 bulan sebelum “Gokaiger Goseiger Super Sentai 199 Hero Daikessen” dipasarkan. Pasalnya, movie yang overrated itu di luar dugaan kacau-balau secara cerita. Yang itu yang namanya movie untuk merayakan ulang tahun seri Kamen Rider yang ke-40? Too overrated for sure.

Dari segi cerita, saya memberikan jempol untuk skenario yang ditulis oleh Arakawa Naruhisa yang juga merupakan penulis skenario utama seri televisi “Kaizoku Sentai Gokaiger“. Sebagai seorang penulis veteran yang mulai menulis skenario untuk seri Super Sentai sejak tahun 1991 lewat “Chojin Sentai Jetman“, Arakawa-sensei benar-benar tahu apa yang harus dia tulis. Ide untuk menjadikan seluruh tim Super Sentai berasal dari sebuah universe yang sama jelas lebih ‘kena’ dibandingkan konsep dunia alternatif yang digunakan di seri “Kamen Rider Decade” yang kemudian sepertinya menular ke beberapa seri berikutnya. Setelah selama beberapa tahun terakhir ‘dihajar’ secara beruntun oleh movie-movie Kamen Rider dengan setting dunia alternatif yang ujung-ujungnya malah berasa nonton fanfic, kehadiran movie kolosal yang ber-setting di satu dunia yang sama, tentu saja, terasa menyegarkan. Kalau beberapa movie Kamen Rider membuat saya merasa seperti menonton fanfic yang ditulis oleh penulis skenario Yonemura Shoji – yang, OH MY GOD, dia sebenarnya lagi menulis skenario film layar lebar atau malah mengerjakan fanfic yang dibuat super bombastis tapi intinya kosong? – movie yang satu ini membuat saya seperti menyaksikan Super Sentai Matsuri tapi dalam skala yang lebih besar dan durasinya pun lebih panjang. Dengan mengambil setting di antara episode 16 dan 17 seri televisinya, Arakawa-sensei berhasil membangun kontinuitas cerita dengan baik dan apik. Bandingkan dengan movie-movie Kamen Rider yang sifatnya keroyokan dan ujung-ujungnya malah bermuara di alternate universe yang dicampuradukkan secara paksa tanpa penjelasan yang memuaskan.
Cerita untuk movie ini, IMO, berhasil dibangun secara menarik. Arakawa-sensei tidak lupa menyisipkan adegan humor melalui ucapan yang sinkron melulu dari awal sampai akhir yang keluar dari mulut Luka dan Moune. Rasanya lucu melihat keduanya sibuk menyuarakan isi hati mereka yang ternyata sama persis.

Dari segi karakter, sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi secara panjang lebar. Aktor dan aktris yang memerankan para bajak laut, seperti biasa, berhasil menghidupkan karakter-karakter mereka dengan baik. Dan bagaimana saya bisa bersikap objektif kalau kita sudah bicara soal perannya Ozawa Ryota dan Shimizu Kazuki sebagai Captain Marvelous dan Don Dogoier? As for the angels, they’re just annoying, as always. Saya sudah antipati dengan para malaikat ‘gadungan’ ini bahkan sebelum seri yang menampilkan mereka selesai ditayangkan, makanya jangan pernah berharap saya bisa memberikan dukungan kepada mereka. Nggak dicela dan dicaci-maki saja sudah bagus banget. Beruntunglah, berkat kehadiran para bajak laut, level kebencian saya pada para malaikat ‘gadungan’ itu sedikit berkurang meski di beberapa adegan kok rasanya kepengen melempar mereka pakai sandal WC. *semakin tidak objektif, jadi sebaiknya berhenti menulis bagian ini*

Dari segi musik, rada kaget waktu mendengar opening theme-nya “Tensou Sentai Goseiger” malah diputar duluan di bagian awal movie ini. Sempat tergoda untuk bertanya, “Halo, ini sebenarnya movie Gokaiger atau Goseiger sih?”. Musically, tak ada yang istimewa dari movie ini. Hampir semua (atau jangan-jangan malah semua?) BGM yang dipakai sepertinya langsung dicomot dari 2 seri Super Sentai yang teranyar.

Dari segi adegan, saya berani bilang kalau adegan-adegan pertempuran dalam film ini digarap lebih baik ketimbang adegan-adegan yang ditampilkan di “OOO, Den-O, All Riders: Let’s Go Kamen Riders”. Paling tidak, kira-kira 30 menit isi film ini adalah adegan pertempuran yang, sayangnya, kok masih terasa kurang ya? *dilempar bom* Adegan pertempuran antara Gokaiger dengan Goseiger yang merupakan adegan standar pada bagian awal V-Cinema dan Super Sentai Matsuri memang tidak terasa istimewa, tapi adegan pertempuran antara Gokaiger dan Goseiger dengan 33 tim Super Sentai senior mereka jelas menarik. Durasi adegan pertempuran yang paling panjang, tentu saja, ada di bagian kolosal ini. Dalam adegan-adegan ini diperlihatkan bagaimana Gokaiger dan Goseiger berhadapan dengan tembakan gabungan yang dilepaskan oleh beberapa tim Super Sentai yang mempelopori lahirnya senjata berbentuk bazooka yang digunakan bersama-sama. Lalu ada pula adegan pertempuran antara satu-persatu anggota Gokaiger dan Goseiger yang menghadapi satu-persatu tim Super Sentai secara utuh. EPIC. Dan masih ada pula adegan pertempuran antara anggota Gokaiger dan Goseiger yang mengenakan kostum berwarna sama menghadapi para senior yang juga berkostum sama. Yah, paling hanya Gokai Green dan Gosei Black saja yang harus bertarung dengan para senior yang kostum-kostumnya juga berwarna hijau dan hitam.
Bagian lain yang cukup menarik dari movie ini adalah adegan Legend Taisen, perang besar menghadapi Uchuu Teikoku Zangyack, yang durasinya lebih panjang dibandingkan adegan yang dipajang di episode pertama “Kaizoku Sentai Gokaiger”.

Dari segi musuh… jujur, saya sedikit bingung dengan pilihan musuh-musuh yang harus dihadapi oleh Gokaiger dan Goseiger dalam movie ini. OK-lah kalau untuk Kuro Juuji Ou yang merupakan musuh dari seri Super Sentai pertama, “Himitsu Sentai Goranger“. Tapi bagaimana dengan Burajira? Kelihatan maksa banget buat saya. Please deh, setelah dia dimunculkan berulang kali dalam bentuk yang rada berbeda di tiga arc “Tensou Sentai Goseiger” yang sukses bikin saya muak dengan dia, rasanya dia nggak perlu dimunculkan lagi di sini. Kalau mau bicara soal jahat, masih ada banyak karakter jahat yang lebih jahat ketimbang dia kan? Lagian juga sepertinya bakalan seru kalau misalnya TOEI berani menampilkan karakter villain yang berwujud manusia seperti yang pernah mereka lakukan pada seri-seri terdahulu. Rasanya sedikit bosan kalau harus terus melihat karakter musuh yang mengenakan kostum bahkan sampai ke bagian wajahnya. Pastinya sih saya anti sama Burajira itu, ngapain juga dia muncul di sini? Nggak penting banget, really.

Salah satu keberhasilan film ini dibandingkan dengan “OOO, Den-O, All Riders: Let’s Go Kamen Riders” jelas ada pada karakter-karakter tamu yang dihadirkan dalam movie ini. OK, mungkin menghadirkan Takahashi Mitsuomi, Aizawa Rina, Suzuki Shogo, dan Sohma Keisuke bukan sesuatu yang membanggakan banget karena mereka juga muncul dalam seri Super Sentai yang diproduksi dalam 5 tahun terakhir. Tapi menampilkan beberapa aktor dan aktris yang dulu muncul di seri Super Sentai era 1970-an, 1980-an, dan 1990-an jelas merupakan prestasi tersendiri. Dan setidaknya juga wajah mereka ditampilkan di layar meski hanya dalam waktu yang relatif singkat. Bandingkan dengan para aktor Kamen Rider era Showa yang tidak ditampilkan di “OOO, Den-O, All Riders: Let’s Go Kamen Riders”. Boro-boro ditampilkan, suaranya saja diisi sama seiyuu gitu lho. Makanya, untuk kepuasan fans, jelas movie kolosal Super Sentai ini lebih kuat dalam unsur fan-service kepada fans dewasa yang mungkin menggunakan kesempatan ini untuk bernostalgia. Coba kalau ada lebih banyak aktor dan aktris yang ditampilkan, pasti jauh lebih wah lagi film ini.🙂 *fans banyak maunya*

Lewat movie ini, TOEI juga berhasil ‘mempersingkat’ proses pencarian terhadap kekuatan maha besar Super Sentai yang harus dicari dan ditemukan oleh Gokaiger. 11 kekuatan maha besar, namely from Himitsu Sentai Goranger, JAKQ Dengekitai, Denshi Sentai Denziman, Dai Sentai Goggle V, Kagaku Sentai Dynaman, Choudenshi Bioman, Kousoku Sentai Turboranger, Gosei Sentai Dairanger, GoGo Sentai Boukenger, Engine Sentai Go-onger, dan Tensou Sentai Goseiger berhasil diperoleh dalam movie ini. Beberapa karakter yang sempat muncul di movie ini juga belakangan bakal muncul lagi dalam seri televisinya sebagai bagian dari tribute episodes.

Bagian yang sedikit absurd muncul ketika 33 tim Super Sentai bergabung membentuk Super Sentai Bazooka. Rasanya agak aneh saja melihat Kuro Juuji Ou yang berwujud raksasa bisa dikalahkan dengan satu tembakan dari bazooka yang harus diangkat oleh 11 orang itu. Mungkin ini adalah bagian yang bisa disebut sebagai ‘keajaiban’ dalam Super Sentai. Hi hi hi, dibandingkan Kamen Rider, Super Sentai memang memiliki lebih banyak keajaiban yang tak terduga. Dan movie ini jelas meng-abuse apa yang dinamakan keajaiban itu. Pasalnya, ada beberapa adegan yang terasa ajaib yang muncul menjelang cerita berakhir. It was fun to watch those scenes, really. Selain menampilkan dua kendaraan dari “Himitsu Sentai Goranger” dan “JAKQ Dengekitai”, movie ini juga menampilkan 31 robot yang berasal dari 31 seri Super Sentai setelah 2 seri pertama tersebut. Khusus untuk seri yang memiliki beberapa mecha, mecha pertama yang mendapat kehormatan untuk muncul dalam movie ini. Adegan kemunculan robot-robot tersebut, tentu saja, terasa amat ajaib dan bombastis. Sayang seribu sayang, ini yang menjadi salah satu nilai minus movie ini bagi saya, berbagai adegan yang menampilkan robot-robot tersebut langsung dicomot dari seri aslinya tanpa perubahan apapun lagi. Jadinya terasa kentara banget perbedaan antara adegan yang gambarnya halus yang dibuat di masa kini dengan adegan kasar yang terasa amat mentah yang dicaplok bulat-bulat dari seri aslinya. As for the CGs, porsinya lumayan banyak dalam bagian pertempuran robot / raksasa dalam film ini meski tak sampai mengganggu kenikmatan menonton.🙂

Eksklusif untuk movie ini adalah formasi baru Goren Gokai-Ou yang merupakan penggabungan dari Gokai-Ou dengan Variblune. Finishing move dari Goren Gokai-Ou, Gokai Hurricane Cassiopeia, bisa dibilang sebagai finishing move terbaik dari Gokai-Ou dan segala variasinya. Sayangnya, Goren Gokai-Ou tidak pernah ditampilkan dalam seri televisinya sampai sekarang.

Bagi saya pribadi, movie yang satu ini benar-benar memuaskan meski masih terdapat berbagai kekurangan minor di berbagai aspek. Rasanya memang kita tidak bisa berharap terlalu banyak dari sebuah film berskala besar yang menampilkan begitu banyak karakter. Ada begitu banyak karakter yang jadi sekedar tempelan saja karena tidak kebagian jatah tampil. Meski demikian, kehadiran wajah-wajah lama benar-benar membawa para penonton dewasa kembali ke masa kecil mereka. Dibandingkan dengan V-Cinema Super Sentai dan Super Sentai Matsuri, film yang satu ini jelas lebih unggul dalam berbagai aspek. Rasanya tidak sabar menunggu perayaan ulang tahun seri Super Sentai ke-40. Ha ha ha, saya berharap bakal ada movie yang lebih kolosal dibandingkan movie ini. Tapi, untuk saat ini, saya hanya ingin menikmati semua yang ditawarkan oleh “Kaizoku Sentai Gokaiger” sebagai seri Super Sentai ke-35.

My score for this awesome movie: A.

By Kar-kun
Who is still waiting for his Blu-Ray order of “Gokaiger Goseiger Super Sentai 199 Hero Daikessen” to be sent from Hongkong.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: