宇宙海賊の日記

November 21, 2011

海賊戦隊ゴーカイジャー 第39話 どうして?俺たち高校生 -review-

Episode 39 “Doushite? Oretachi Koukousei” (どうして?俺たち高校生)
Skenario: Komura Junko
Sutradara: Takemoto Noboru

Setelah selama dua minggu berturut-turut disuguhi episode-episode tentang akhir hidup Waruzu Giru, fans kembali berkesempatan menyaksikan tribute episode. Kali ini, giliran Denji Sentai Megaranger (1997-1998) yang memperoleh sorotan. Aktor Ooshiba Hayato yang dulu memerankan Date Kenta atau Mega Red kembali memerankan karakter yang sama dalam seri yang dibuat 13 tahun kemudian ini.

Salah satu hal menarik yang ditampilkan di episode 39 adalah bounty atau uang hadiah yang bakal diberikan oleh Zangyack kepada siapa saja yang berhasil menangkap atau menghabisi para bajak laut pasca tewasnya Waruzu Giru. Kepala Captain Marvelous sebagai pemimpin para bajak laut dinilai dengan UNLIMITED REWARD. Untuk kepala-kepala yang lainnya pun mengalami peningkatan yang bisa dibilang signifikan. (Dan besar kemungkinan ketakutan Don Dogoier mengenai semakin banyak orang yang akan memburu mereka bakal menjadi kenyataan.)

Sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Navi melalui otakara navigate, para bajak laut pergi ke SMA Moroboshi, sekolah tempat para anggota Megaranger menuntut ilmu dulu. Sedikit di luar dugaan saya, Kenta sudah menjadi guru di SMA Moroboshi. Somehow sedikit mengagetkan saja melihat Kenta yang menjadi seorang guru di sekolah almamaternya, bukannya Namiki Shun yang lebih serius atau Endou Kouichirou yang jelas kelihatan lebih kompeten untuk menjadi seorang pendidik. Tapi, di lain pihak, hal ini tentu saja menegaskan kalau setiap orang bisa berubah. Bahkan Kenta yang dulunya urakan pun bisa menjadi guru. Dan lebih di luar dugaan lagi, Kenta-lah yang membimbing para anggota klub komputer yang membantu para bajak laut untuk menemukan bom-bom yang dipasang oleh musuh di SMA Moroboshi. Sedikit tak bisa dipercaya mengingat Kenta dulu kerjanya kan nongkrong di game center melulu dan memang lebih piawai dalam bermain game dan bukannya berurusan dengan komputer. INET, organisasi yang dulu berada di balik Megaranger, turut disebut-sebut dalam episode kali ini. Dengan bantuan dari satelit milik INET, para anggota klub komputer dengan mudah menemukan lokasi tempat bom-bom berada. Sedikit terlalu mudah, malah.

Episode 39 menawarkan cerita yang sedikit berbeda tentang proses yang harus dilalui oleh para bajak laut sebelum mereka memperoleh kekuatan maha besar Megaranger. Kenta meminta keenamnya untuk menjadi siswa SMA Moroboshi selama satu hari sebelum ia memberikan kekuatan maha besar Megaranger. Apa maksud Kenta melakukan itu? Rupanya ia ingin agar para bajak laut, yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan secara formal, dapat menikmati bangku sekolah sebagai bagian dari masa muda mereka. Dan seperti yang diharapkan oleh Kenta, para bajak laut memang memperoleh hal yang berharga selama mereka menjadi siswa sehari di SMA Moroboshi. Setidaknya mereka sadar kalau sekolah merupakan sebuah tempat bagi para remaja untuk mewujudkan impian mereka. Tentu saja, masing-masing melalui proses yang berbeda untuk menyadari hal tersebut.

Setelah muncul untuk terakhir kalinya di episode 31, kali ini Gokaiger kembali harus berhadapan dengan Basco ta Jolokia yang juga mengincar kekuatan maha besar Megaranger. Tapiiiii, rasanya agak aneh saja kalau Basco sampai harus memasang bom sebagai ancaman supaya ia bisa memperoleh kekuatan maha besar Megaranger. IMO, Basco lebih identik dengan cara yang kasar dan kejam dan bukannya main ancam-ancaman saja. Hi hi hi, sampai sebegitu jeleknya image Basco di mata saya.

Karena episode ini adalah tribute episode untuk Megaranger, tentu saja para bajak laut ‘harus’ berubah menjadi Megaranger dalam menghadapi Basco. Berbagai elemen dari Megaranger ditampilkan dalam episode ini dan bisa dikatakan kalau elemen dari Megaranger yang tampil dalam episode ini lebih banyak daripada elemen-elemen seri lain yang ditampilkan dalam tribute episodes bagi seri-seri lain tersebut. Apa saja elemen dari Megaranger yang digunakan oleh Gokaiger ketika mereka bertarung menghadapi Basco? Pertama, ada Cyber Sliders dan Auto Slider yang digunakan seperti sebuah papan seluncur namun bisa terbang. Selain kedua ‘kendaraan’ tersebut, mereka juga menggunakan senjata seperti Mega Tomahawk; Mega Rod; Mega Sniper; Battle Riser; Drill Sniper dan Drill Sniper Custom; Blazer Impact; Virtual Hologram; Mega Sling; Mega Capture; dan senjata gabungan Multi Attack Rifle. Baru kali inilah ada sebegitu banyak senjata yang digunakan dalam satu tribute episode.

Secara cerita, memang rasanya tidak ada yang terlalu istimewa yang ditawarkan oleh episode 39. Apalagi kita sama sekali tidak berkesempatan untuk melihat seperti apa wujud kekuatan maha besar Megaranger karena kekuatan tersebut baru diberikan menjelang akhir episode ini. Untungnya, meski masih menyisakan penasaran bagi fans tentang kekuatan maha besar tersebut, episode ini berhasil menampilkan cerita yang cukup menggigit tentang kehidupan sekolah dan apa yang hendak disampaikan oleh Kenta kepada Gokaiger sebagai ganti dari kekuatan maha besar Megaranger yang ia serahkan.

My score for this episode: B.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: