宇宙海賊の日記

January 16, 2012

海賊戦隊ゴーカイジャー 第46話 ヒーロー合格 -review-

Episode 46 “HERO Goukaku” (ヒーロー合格)
Skenario: Komura Junko
Sutradara: Sakamoto Tarou

Komura Junko ‘kehilangan’ sentuhan magisnya. Mendadak saja pemikiran ini muncul ketika saya menyaksikan episode 44 tiga minggu yang lalu. Setelah sempat membuat saya kagum dengan skenario episode 15 dan 16, episode 30, serta episode 40, terasa ada yang kurang ketika saya menyaksikan episode 44 s/d 46 yang, kebetulan, semua skenarionya ditulis juga oleh Komura Junko. Yah, ini juga hanya pendapat pribadi saya, karena saya benar-benar menikmati beberapa episode yang skenarionya ditulis oleh Komura Junko. Tapi, untungnya, skenario episode 46 tidak mengecewakan.

Dalam episode 46, dikisahkan kalau Ninjaman telah tinggal selama seminggu penuh di Gokai Galleon untuk mengamati keseharian para bajak laut. Hasilnya? Mengecewakan. Maksudnya, Ninjaman kecewa kepada cara para bajak laut menjalani hidup sehari-hari mereka. Karena itu, Ninjaman memutuskan untuk memberikan latihan khusus kepada para bajak laut. Dalam hati, saya sempat bertanya-tanya latihan seperti apa yang bakalan diberikan oleh Ninjaman kepada Gokaiger. Nggak tahunya… latihan bela diri!

Di lain pihak, Uchuu Teikoku Zangyack sedang menunggu datangnya pasukan tambahan yang mereka butuhkan untuk memukul mundur Gokaiger dan sekaligus menyerbu bumi. Untuk mengisi ‘kekosongan’ ini, Insarn memerintahkan Akuma-kitoushi – entah kenapa, saya lebih suka menyebutnya sebagai shaman supaya lebih gampang – bernama Juju untuk membuat kekacauan. Juju memiliki kemampuan untuk melipatgandakan sisi jahat yang tersembunyi di dalam diri seseorang. Selain menyerang manusia, korban Juju adalah… Don dan Gai.

Cerita kemudian bergerak sesuai dengan plot klasik yang lazim dipakai selama ini. Apa yang bakal terjadi ketika anggota-anggota yang biasanya bertingkah manis mendadak berubah menjadi kasar dan seenaknya? Itulah yang terjadi pada Don. Sialnya, hal ini justru terjadi ketika Ninjaman sedang mengamati keseharian Gokaiger. Situasi ini diperparah oleh kecuekan Marvelous, Joe, dan Luka dalam menghadapi situasi ini. Alih-alih panik mengejar Don dan Gai yang sibuk berkelahi satu sama lain, Marvelous hanya menyuruh Ahim untuk melakukan sesuatu.

Dan (sepertinya) di sinilah letak perbedaan seri ini dengan seri-seri terdahulu. Kalau di seri-seri terdahulu sering dikisahkan rekan-rekan dari anggota tim Super Sentai yang terkena pengaruh jahat berusaha mati-matian untuk mencari dan menghancurkan ‘sesuatu’ atau ‘seseorang’ yang berada di balik perubahan drastis yang terjadi, seri ini menawarkan sesuatu yang cukup berbeda. Ahim-lah yang memainkan peranan penting untuk mengembalikan kesadaran Don dan Gai. Sekali lagi, Ahim membuktikan kalau dia bukanlah your ordinary Princess yang cenderung bersikap pasrah dalam menghadapi situasi gawat. Ahim, yang sepertinya dapat melihat sisi baik dari semua rekan-rekannya, memilih untuk menyadarkan kembali Don dan Gai dengan caranya sendiri. Berkat Ahim, Don dan Gai berhasil mengalahkan kekuatan jahat yang menguasai mereka dan kembali seperti sediakala. Kalau ada bagian yang pantas dianggap sebagai bagian terbaik dari episode 46, saya pasti akan memilih bagian kembalinya kesadaran Don dan Gai ini sebagai bagian yang paling baik.

Dan apakah wujud dari Grand Power milik Ninja Sentai Kakuranger yang diperoleh para bajak laut? Ninjaman. Di bagian ini, Komura Junko memasukkan humor ringan yang terasa cukup menggelitik. Kenapa? Karena Ninjaman tidak tahu kalau dialah wujud dari Grand Power milik Kakuranger yang dipercayakan kepada Gokaiger. Dan meski Ninjaman sudah berkata kalau para bajak laut bisa memanggilnya kapan saja untuk membantu mereka dalam memerangi Zangyack, kecil kemungkinannya mereka bakal punya kesempatan untuk kembali menggunakan Ninjaman. Kenapa? Dengan lima episode yang tersisa plus tensi cerita yang semakin meningkat, rasanya ada lebih banyak hal yang bisa ditampilkan ketimbang memunculkan kembali Ninjaman.

Satu hal lagi yang patut disayangkan, TOEI sepertinya ‘lupa’ memasukkan unsur special effect berupa tulisan berbahasa Inggris, yang lazim muncul ketika Kakuranger bertarung menghadapi musuh, pada waktu kelima orang bajak laut berubah wujud menjadi Kakuranger dan bertarung menghadapi pasukan Gormin. Memang bukan hal yang kelewat penting, hanya saja mengurangi kesan Kakuranger dalam episode ini.🙂

My score for this episode: B.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: