宇宙海賊の日記

January 31, 2012

Kaizoku Sentai Gokaiger: Kiss Me

Filed under: fanfic — Tags: , , , , , — uchuukaizoku @ 02:18

Title: Kiss Me
Fandom: Kaizoku Sentai Gokaiger
Pairing: Captain Marvelous x Don Dogoier
Rating: PG-12
Word count: 578

Sinar matahari menerobos masuk ke dalam ruangan gereja yang sudah tidak terpakai itu lewat kaca berwarna-warni. Badai yang mengamuk di luar sana juga sudah berhenti. Bagi Marvelous yang masih terbaring di atas kursi tua yang sudah mulai lapuk itu, cahaya tersebut tampak seperti harapan yang mendadak muncul kembali setelah sebelumnya ditelan bulat-bulat oleh kegelapan. Tak ada yang pernah menyangka kalau Basco berhasil merebut Gokai Galleon.

Marvelous menatap ke arah langit-langit gereja yang terbentang tinggi di atas sana. Meski gereja tersebut sudah lama ditinggalkan oleh umat-umatnya – yang mungkin sudah pindah ke gereja lain yang lebih dekat dengan daerah permukiman – pondasinya kelihatan masih kokoh. Beruntunglah mereka semua karena berhasil menemukan tempat untuk berteduh dari badai yang muncul entah dari mana. Mungkin alam berusaha melampiaskan kekecewaan dan kemarahannya karena Basco berhasil merampas Gokai Galleon dari Gokaiger.

Tiba-tiba ia mendengar suara derak kayu yang berasal dari arah pintu. Seseorang tampaknya sedang berusaha untuk masuk ke dalam gereja. Tubuh Marvelous menegang. Setelah apa yang terjadi, sudah sewajarnya ia meningkatkan kewaspadaan sampai ke titik tertinggi. Tapi apa yang bisa ia lakukan dengan tubuh yang nyaris tidak bisa digerakkan itu? Berdoa kepada Tuhan supaya tidak ada yang menemukannya jelas tidak pernah ada dalam opsi yang ia miliki. Jadi, ia hanya bisa menatap ke arah pintu yang sedang didorong dengan susah payah dari luar itu.

Sosok berambut pirang keriting muncul dari balik pintu tersebut. Don. Nafasnya sedikit terengah-engah. Ia melangkah pelan-pelan ke arah Marvelous.

“Ada apa?” tanya Marvelous dengan nada gusar yang tidak ia tutup-tutupi. Semua orang sedang berusaha untuk merebut kembali Gokai Galleon dari Basco, kenapa Don malah kembali ke sini.

“Ada yang ketinggalan” ucap Don. Ia sudah berdiri di depan Marvelous sekarang. Si pirang lalu berlutut di hadapan pria berambut hitam yang dadanya terbalut perban itu.

Kadang ia tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh Don. Tapi di lain kesempatan, rasanya begitu gampang untuk menebak jalan pikiran Don. Jadi… apa yang Don tinggalkan di sini? Don tidak membawa apapun kecuali tubuhnya, pakaiannya, jam tangannya, dan Mobirates dan jelas tidak satupun dari benda-benda itu yang ketinggalan di sana. Ia masih mengenakan pakaian dan jam tangannya, Mobirates-nya pun sedikit tersembul dari balik saku celana panjangnya.

Di luar dugaan Marvelous, Don mendekatkan dirinya dan mencium kening sang kapten.

“Aku menyayangimu” bisiknya dengan suara rendah.

“Aku tahu” balas Marvelous. “Aku sudah pernah mendengarnya ribuan kali.”

Meski demikian, ia selalu senang mendengar deklarasi tersebut. Hanya saja, ia tidak ingin terlihat senang di saat seperti ini.

Don meraih tangan kiri Marvelous dan menggenggamnya erat-erat. Ia mencium jari-jarinya dengan lembut seakan-akan itu adalah kali terakhir ia bisa melakukannya. Setelah itu, ia meremasnya dan bangkit.

“Aku pergi sekarang” katanya. “Dan aku akan kembali untuk menjemputmu kalau semuanya sudah selesai.”

“Kau melupakan sesuatu, Hakase” ucap Marvelous sambil menyeringai kecil. “Aku baru sadar kalau kau MEMANG melupakan sesuatu di sini.”

“Eh? Apa itu? Aku tidak menjatuhkan Mobirates-ku di sini kan?”

“Ada di dalam saku celanamu kan? Kau melupakan ini, Hakase” kata Marvelous sambil menunjuk bibirnya sendiri. “Cium aku. Sekarang.”

“Eh…” protes Don.

“Ini perintah.”

Ia mengucapkan kalimat tersebut sambil tersenyum. Don membalas senyuman itu dan perlahan-lahan membungkukkan tubuhnya untuk mencium bibir Marvelous. Dalam hitungan detik, bibir keduanya bertemu dalam ciuman lembut penuh perasaan. Keduanya memejamkan mata mereka, berusaha untuk menghayati ciuman tersebut sebaik-baiknya. Sebab tidak pernah tertutup kemungkinan kalau ciuman tersebut adalah yang terakhir….

“Sudah kubilang kalau dia akan kembali untuk itu” bisik Luka dari balik pintu gereja. “Kalian berdua masing-masing berhutang 1000 Yen padaku, Joe dan Gai. Hakase hanya melupakan ciumannya untuk Marvelous kok.”

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: