宇宙海賊の日記

February 27, 2012

Kaizoku Sentai Gokaiger: To Altea – prologue

Filed under: fanfic — Tags: , , , — uchuukaizoku @ 23:51

“Altea… Altea… Altea…”

Navi berkicau dengan riang di dalam ruang kemudi Gokai Galleon. Ia melakukannya sambil terbang kesana kemari di dalam ruangan yang tidak terlalu luas itu. Captain Marvelous, kapten muda yang memimpin pasukan bajak laut yang tinggal di Gokai Galleon, memusatkan konsentrasinya pada kemudi kapal yang sedang ia pegang. Setelah terbang melewati kumpulan asteroid berukuran besar yang membentang bagaikan sabuk yang memisahkan planet Auron dan Gouran, akhirnya Gokai Galleon berhasil lepas dari kejaran pasukan kapal tempur milik Uchuu Teikoku Zangyack. Meski sabuk asteroid tersebut adalah rintangan yang benar-benar memaksanya mengeluarkan semua kemampuannya dalam mengemudikan kapal berwarna merah tersebut, sabuk tersebut juga memberikan perlindungan alami bagi Gokai Galleon untuk menghindari Zangyack.

“Apakah kau benar-benar yakin kalau kita akan menemukan anggota yang keempat di sini?” tanya Marvelous. Ia menatap ke arah layar berukuran besar di hadapannya yang memperlihatkan sebuah planet yang didominasi warna hijau tua dan biru muda. Hutan dan laut.

“Tentu saja” kicau Navi. “Aku tidak pernah memperoleh uranai – ramalan – yang begitu kuat sebelumnya. Seseorang di Altea telah memperoleh sebuah Ranger Key. Dialah yang akan menjadi anggota keempat kita.”

Ranger Key. Kunci-kunci yang mengambil wujud humanoid berwarna-warni yang merupakan kunci menuju harta yang, konon, merupakan harta terbesar di seantero antariksa. Nilai dari harta tersebut, menurut Aka Red – eks-kapten Gokai Galleon sebelum Marvelous mengambil alih posisi tersebut, sama seperti nilai dari seluruh antariksa. Bayangkan, sesuatu yang nilainya menyamai nilai antariksa dan isinya. Harta tersebut, berdasarkan cerita, berada di sebuah planet indah yang terletak di Solar System yang berada di galaksi Milky Way, satu dari 200 miliar galaksi yang mengisi antariksa.

“Tunggu dulu. Apakah ini berarti ada orang lain selain kita yang mengumpulkan Ranger Key?” tanya Marvelous. Ia langsung menoleh ke arah Navi yang kebetulan sedang melayang di sisinya.

“Tidak. Yang tahu soal Ranger Key hanyalah kita berempat, Aka Red, dan…” Navi tidak menyelesaikan kata-katanya. Marvelous tahu, Navi sedang berusaha menjaga perasaannya sehingga ia tidak menyebutkan nama ‘terkutuk’ yang satu itu.

“Basco ta Jolokia” ucap Marvelous.

“Ah, kau menyebutkan nama itu…”

“Aku toh tidak pernah berkata kalau aku pantang menyebut nama Basco kan?” sindir Marvelous. “Dia hanyalah masa lalu….”

“Kalau begitu, tidak jadi masalah seandainya aku bercerita tentang dia kepada Joe dan Luka?”

“AKU MELARANGMU UNTUK MELAKUKAN ITU, TORI!” hardik Marvelous. “Cukup kita berdua yang tahu soal Basco di kapal ini.”

“Dan kukira kau sudah berhasil melepaskan diri dari bayang-bayang gelap masa lalumu yang satu itu” keluh Navi.

Marvelous tidak membalas ucapan Navi tersebut. Ia kembali memusatkan perhatiannya pada gambar planet Altea yang tampak di layar.

Seseorang yang memiliki Ranger Key ada di sana? Seseorang yang akan menjadi anggota Gokaiger yang keempat?

Tiba-tiba terdengar teriakan Luka dari ruang sebelah. Ruang sebelah, yang merupakan ruang duduk serta ruang makan, dan ruang kemudi hanya dipisahkan oleh sebuah pintu. Karena situasi di luar sana cukup tenang, Marvelous memutuskan untuk melihat apa yang terjadi.

Apa yang terjadi di ruang duduk membuat ia terpana. Sebuah Ranger Key berwarna hijau – Ranger Key Gokai Green – melayang-layang di udara dan memancarkan cahaya hijau yang terang.

“Navi, ada apa ini?”

Navi tahu, Marvelous butuh penjelasan secepatnya. Penjelasan singkat, jelas, dan padat.

“Anggota keempat ada di Altea. Ranger Key Gokai Green ‘beresonansi’ dengan anggota keempat kita. Ini adalah unmei no deai – pertemuan yang telah ditakdirkan.”

“Tapi kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya” gumam Marvelous dengan nada rendah. “Aku sendiri yang memilih Joe dan Luka untuk menjadi bagian dari tim ini.”

“Takdir punya caranya sendiri untuk mempertemukan semua yang ada di antariksa. Apa yang harus terjadi akan terjadi.”

Ranger Key Gokai Green berhenti berpendar dan jatuh kembali ke dalam kotak harta yang berisi ratusan Ranger Key yang telah berhasil dikumpulkan sampai sejauh ini. Detik berikutnya, suara alarm berbunyi nyaring di seantero Gokai Galleon.

“Ada apa lagi sekarang?”

“Pasukan Zangyack muncul dari arah pukul empat, pukul lima, pukul tujuh, dan pukul delapan. Pasukan besar” kata Navi yang langsung bereaksi cepat. Burung robot tersebut menyalakan monitor yang terpasang di ruang duduk yang langsung memperlihatkan kumpulan kapal tempur Zangyack yang, demi Tuhan, entah muncul dari mana di belakang mereka.

“Dan kali ini tak ada sabuk asteroid yang bisa melindungi kita dari mereka” kata Joe. “Ini gawat.”

“Tidak ada kata gawat dalam kamus seorang bajak laut. Navi, butuh waktu berapa lama bagi mereka untuk bisa mengejar kita?”

“Lima menit.”

“Dan berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk masuk ke atmosfer Altea?”

“Sepuluh menit.”

“Dan kalau kita menggunakan kecepatan maksimum untuk masuk ke Altea?”

“Dua menit. Tapi aku tidak menyarankanmu untuk menggunakan kecepatan maksimum kali ini. Gesekan antara atmosfer dengan Gokai Galleon bisa menyebabkan….”

“Kau mau mati konyol ditembaki pasukan Zangyack sementara di hadapan kita ada seseorang yang akan menjadi bagian dari kita? Aku akan memutar kapal ini 90 derajat dan menembakkan meriam ke arah pasukan itu secara serentak sementara kau mengaktifkan medan pelindung. Satu menit untuk mengaktifkan medan pelindung kan?”

Navi menggerutu sambil menekan tombol untuk mengisi energi yang diperlukan untuk mengaktifkan medan pelindung. Marvelous berjalan kembali ke arah ruang kemudi. Ia menarik nafas panjang sebelum kemudian memutar kemudi sekuat tenaga.

Ketika moncong-moncong meriam sudah terarah ke pasukan Zangyack yang masih berada jauh dari mereka – tapi, tentu saja, sudah masuk ke dalam jarak tembak meriam – ia langsung menekan tombol yang menembakkan peluru meriam. Dalam sedetik, peluru-peluru baja dalam jumlah besar ditembakkan ke arah pasukan Zangyack.

“Medan pelindung aktif” seru Navi. “Kita bisa masuk ke Altea sekarang.”

“Joe, Luka, menunduk dan berpeganganlah pada benda apapun yang bisa kalian pegang. Aku tidak menerima komplain kalau misalnya kalian nanti terbentur tembok atau apa saja yang mungkin bisa menghantam kalian” seru Marvelous.

Marvelous menaikkan kecepatan Gokai Galleon sampai batas maksimum. Dalam waktu beberapa puluh detik, kapal bajak laut berwarna dominan merah tersebut sudah bergesekan dengan atmosfer Altea. Guncangan dahsyat tak terhindarkan lagi. Marvelous berpegangan erat-erat pada kemudinya.

Orang seperti apa yang bakal kami temui di Altea?

Dan ia kehilangan kesadarannya ketika Gokai Galleon menghantam sebuah dataran luas yang berbatu-batu dengan keras.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: