宇宙海賊の日記

March 13, 2012

海賊戦隊ゴーカイジャーTHE MOVIE 空飛ぶ幽霊船 -review-

Kaizoku Sentai Gokaiger THE MOVIE: Soratobu Yuureisen
Skenario: Arakawa Naruhisa
Sutradara: Watanabe Katsuya

“Kaizoku Sentai Gokaiger THE MOVIE: Soratobu Yuureisen” adalah summer movie untuk “Kaizoku Sentai Gokaiger” yang dirilis berbarengan dengan film layar lebar untuk “Kamen Rider OOO”, “Gekijouban Kamen Rider OOO WONDERFUL Shogun to 21 no CORE MEDAL“. Film dengan durasi 31 menit ini menampilkan cerita yang tidak berhubungan dengan seri televisinya. Dalam movie ini, lawan yang harus dihadapi oleh Gokaiger adalah kapten kapal hantu, Los Dark, yang hendak mewujudkan keinginannya untuk menguasai jagat raya dengan menggunakan kekuatan dari God Eye yang dapat mengabulkan SATU keinginan saja.

Sudah bisa ditebak, tentu saja, Gokaiger dan Uchuu Teikoku Zangyack juga menginginkan God Eye untuk mewujudkan impian mereka. Gokaiger bermaksud memperoleh Uchuu Saidai no Otakara tanpa harus bersusah-payah mengumpulkan 34 kekuatan maha besar Super Sentai sedangkan Zangyack ingin menggunakan God Eye untuk menyukseskan upaya penaklukan bumi. Sama seperti beberapa movie Super Sentai yang diputar bersama-sama dengan movie Kamen Rider, peran dari para karakter antagonis yang berasal dari seri televisi ‘ditekan’ seminimal mungkin. Kalau boleh sedikit ‘kasar’, peran mereka bisa dikatakan tidak ada artinya.

Setelah sebelumnya disuguhi movie kolosal, “Gokaiger Goseiger Super Sentai 199 Hero Daikessen“, yang memiliki alur dan plot yang cukup kuat, saya sedikit kecewa dengan ‘kekuatan’ dari cerita “Soratobu Yuureisen”. Seperti yang selalu terjadi pada summer movie Super Sentai, cerita “Soratobu Yuureisen” terasa kurang menggigit. Salah satu faktor utamanya, menurut saya, ada pada durasi yang terlalu pendek.

Selain faktor durasi film yang pendek, salah satu ‘kelemahan’ mencolok yang terasa cukup mengganggu bagi saya adalah kemunculan G3 Princess(es) dari Engine Sentai Go-onger yang, meskipun kemunculan mereka hanya kurang dari 1 menit saja, benar-benar pointless dan tidak memberikan kontribusi apapun pada movie ini. Sumpah, saya sama sekali tidak mengerti apa gunanya TOEI menampilkan mereka bertiga dalam film ini.

Kemunculan para foot soldiers dari 34 seri Super Sentai pendahulu Gokaiger sebenarnya cukup menarik, hanya saja penggabungan semua foot soldiers menjadi monster malah jadi mengacaukan suasana dan menghilangkan kesan kolosalnya. Tampangnya sih seram, tapi begitu mereka ingin bergerak sendiri… yaelah, kenapa jadi dansa-dansi nggak jelas gitu? Tiga hantu mungil yang berdiam di dalam kapal milik Los Dark: Gatsun, Beron, dan Pachin juga terkesan sebagai karakter asal tempel yang tidak memainkan peran apapun. Padahal ketiga karakter ini, mungkin saja, bisa dikembangkan menjadi karakter yang menarik. Sungguh amat disayangkan, karakter-karakter ini hanya muncul dan pergi tanpa sempat dikembangkan.😦

Hal lain yang terasa sedikit mengganggu adalah terlalu banyak adegan pertarungan yang menggunakan wire. Entah kenapa, sejak dulu saya kurang menikmati adegan pertarungan yang seperti ini. Sialnya, adegan dengan menggunakan wire malah cukup banyak ditampilkan dalam film ini.

Terlepas dari beberapa faktor minor yang mengganggu kenikmatan menonton saya – jangan terlalu dipikirkan, ini hanya masalah selera saja kok – film ini juga memiliki beberapa poin yang sukses membuat saya jadi mempunyai perasaan yang bercampur-aduk setelah menyaksikannya. Hal yang paling menonjol bagi saya adalah ketika Captain Marvelous memutuskan untuk menggunakan God Eye untuk membawa kembali rekan-rekannya yang, menurut Los Dark, sudah tidak mungkin kembali lagi setelah mereka disedot masuk ke dalam mulut tengkorak yang ada di dalam kapal milik Los Dark. Alih-alih menggunakan God Eye untuk mewujudkan impiannya memperoleh Uchuu Saidai no Otakara, Marvelous lebih memilih untuk membawa kembali keempat rekannya. Bagi saya, apa yang sebenarnya paling ingin ditonjolkan oleh penulis skenario Arakawa Naruhisa adalah kekuatan ikatan atau kizuna yang ada di antara para bajak laut. Mungkin, bagi Marvelous, tak ada artinya jika ia memperoleh Uchuu Saidai no Otakara tanpa kehadiran rekan-rekannya. Karena itulah, God Eye digunakan untuk membawa kembali semuanya… meski ia tidak mau mengakui kalau ia lebih memilih keempatnya ketimbang mewujudkan impiannya sendiri. (Dan karena itulah, Marvelous berkata kalau God Eye yang ia gunakan adalah benda palsu… yang ternyata memang mengabulkan keinginannya. SPOILER!)

Khusus untuk film ini, bisa disimpulkan kalau TOEI sedikit lebih royal dalam menggunakan budget untuk menghasilkan adegan adegan-adegan CG yang lebih meyakinkan. Hal ini bisa dilihat dari cukup halusnya grafik komputer yang mereka pakai gunakan untuk menampilkan kapal Los Dark yang ukurannya puluhan bahkan ratusan kali lipat Gokai Galleon.

Pada akhirnya, film ini seperti membawa saya kembali ke awal kemunculan Gokaiger ketika mereka baru tiba di bumi. Kenapa? Karena karakter Ikari Gai tidak memiliki peran yang penting di sini. Malah rasa-rasanya saya berani bilang kalau karakter Ikari Gai itu tak lebih penting daripada karakter dari Zangyack serta para hantu di kapal Los Dark.

Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur meski memang tidak memiliki plot yang solid yang bisa menandingi seri televisi dan movie kolosal yang sudah dirilis terlebih dahulu. Quite amusing but definitely that memorable for me. Yah, setidaknya saya masih lebih kepengen menonton film ini ketimbang summer movie Kamen Rider OOO yang masih tergeletak tak tersentuh di dalam HDD.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: