宇宙海賊の日記

November 24, 2013

[fanfic][Kamen Rider Gaim][Hase/Jounouchi] Kiss

Hase Ryoji memejamkan matanya, berusaha mengenyahkan ingatannya yang secara kurang ajar merekam adegan ciumannya dengan Jounouchi Hideyasu beberapa menit yang lalu. Alih-alih menghapus memori tak menyenangkan tersebut, ingatannya malah memutar kembali adegan saat bibirnya menyentuh bibir Jounouchi dalam gerak lambat. Ingatan tentang bibir Jounouchi langsung terlintas di dalam benaknya.

Hangat, lembut, manis…

Bibir keduanya hanya menempel selama tiga detik saja. Akan tetapi, efeknya bertahan bahkan sampai beberapa menit ke depan.

Di dalam hatinya, Hase mengutuki rekan-rekan satu timnya yang menyeretnya ke dalam situasi tak menyenangkan tersebut. Ia dipaksa ikut dalam acara di karaoke box padahal ia sudah mati-matian menolak.

Bencana dimulai ketika ia salah menyanyikan lirik lagu pilihannya. Sebagai hukuman, ia dipaksa mencium bibir Jounouchi yang juga salah dalam menyanyikan lirik lagu setelah giliran Hase usai. Ia sudah mati-matian menawarkan jenis hukuman yang lain tapi anggota tim Raid Wild dan Invitto memveto semua usulnya. Adegan selanjutnya tak perlu diceritakan lagi….

Begitu selesai menjalani hukuman konyolnya, Hase buru-buru kabur ke toilet untuk membersihkan bibir. Setelah membersihkan bibir di wastafel, ia mengurung diri di dalam bilik kecil di ujung toilet. Tujuannya jelas cuma satu, secepatnya mengenyahkan adegan ciumannya dengan Jounouchi… meski upayanya sampai detik ini belum membuahkan hasil.

Terdengar suara pintu toilet dibuka. Seseorang masuk sambil menyenandungkan sebuah lagu. Telinga Hase mengenali lagu tersebut sebagai lagu yang liriknya salah dinyanyikan oleh Jounouchi tadi. Orang itu menyanyikan lagu tersebut dengan lirik yang benar sampai ke akhirnya… dan Hase segera sadar kalau suara yang didengarnya di toilet ini adalah suara Jounouchi!!

Butuh waktu beberapa detik bagi Hase untuk menyadari hal penting yang seharusnya terlintas dalam benaknya begitu Jounouchi selesai menyenandungkan lagu itu. Dengan marah, ia menerjang keluar dari bilik tersebut dan mendapati Jounouchi yang sedang merapikan syal di depan cermin.

“Lho, kau di sini toh…” kata Jounouchi sambil tersenyum ke arah Hase yang menatapnya dengan pandangan garang. Ia sudah selesai merapikan syalnya. “Teman-temanmu mencarimu. Mereka mengira kau sudah pulang.”

“Kalian sengaja kan?” tuduh Hase dengan suara yang meninggi satu oktaf.

“Hah?”

“Barusan kau menyenandungkan lagu yang liriknya kau lupakan tadi dengan sempurna. Kalian sengaja kan? Apakah anak-anak Raid Wild yang mengajakmu untuk mempermainkan aku?” sembur Hase dengan geram. Hase tahu, anak-anak Raid Wild sering kumat isengnya dan mereka tak segan-segan mengerjai siapapun termasuk dirinya.

“Ini tidak ada hubungannya dengan anak-anak buahmu” jawab Jounouchi dengan nada malas. “Aku melakukannya karena aku menginginkannya.”

Hase menghabiskan waktu sepuluh detik untuk mencerna jawaban Jounouchi tersebut. Dan jawaban yang terlontar keluar dari mulutnya hanya “Eh?” saja.

“Kubilang aku melakukannya karena aku menginginkannya” kata Jounouchi. Ia berjalan dengan anggun ke arah Hase dan menarik pelan wajah Hase ke arah wajahnya.

Detik berikutnya, Hase mendapati bibirnya sudah bertautan dengan bibir Jounouchi. Ia merasakan lidah Jounouchi menyapu bibirnya yang terkatup rapat dengan lembut. Sapuan lembut lidah Jounouchi tersebut membuat kaki-kakinya melunak bagaikan agar-agar. Ia mati-matian menegapkan kakinya agar ia tidak sampai jatuh.

Satu detik, dua detik, tiga detik, empat detik, lima detik, dan Hase lupa melanjutkan hitungannya….

Jounouchi tersenyum penuh kemenangan ketika ia melepaskan bibirnya dari bibir Hase.

“Kau boleh membalasnya kapan saja, Hase-chan. Aku menantikannya…”

Setelah berkata seperti itu, Jounouchi keluar dari toilet. Hase masih berdiri terbengong-bengong di tempatnya sampai semenit lamanya. Ketika kesadarannya kembali, ia menghambur ke dalam bilik tempatnya menenangkan diri tadi. Dan sekali lagi, ingatannya dengan sadis memutar ulang adegan ciumannya dengan Jounouchi. Kali ini, kedua versi ciuman tersebut diputar secara simultan tanpa jeda.

“ARGHHHHHHHHHH!!!” geramnya. “Tunggu pembalasanku, Jounouchi!”

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: